Sidik bibir merupakan suatu pola berupa fissure pada permukaan mukosa bibir yang bersifat unik, stabil. Dimorfisme seksual sidik bibir ditemukan pada beberapa populasi di dunia seperti populasi di India dan Thailand. Secara fenotif, populasi Indonesia terutama populasi Indonesia Barat berbeda dengan populasi lain di dunia, sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat dimorfisme seksual sidik bibir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola dan dimorfisme seksual sidik bibir pada populasi Indonesia Barat. Sampel penelitian ini total berjumlah 477 orang, yang terbagi atas 265 laki-laki dan 212 perempuan. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode Suzuki dan Tsucihasi, dengan membagi bibir menjadi 8 kuadran. Hasil penelitian menunjukkan laki-laki dan perempuan pada populasi Indonesia Barat memiliki frekwensi tipe sidik bibir paling dominan type 1’, dan terdapat dimorfisme sidik bibir yang signifikan pada type 3 dan type 4 pada laki-laki dan type 1 pada perempuan. Sidik bibir merupakan salah satu metode identifikasi yang dapat dipakai untuk identifikasi ras dan jenis kelamin. Populasi Indonesia Barat memiliki pola sidik bibir dominan tipe 1’ yang berbeda dengan populasi lainnya di dunia.
Copyrights © 2019