Lampuhyang
Vol 1 No 1 (2010)

Huluapad dan Tegen-tegenan di Desa Pakraman Muntigunung Kecamaan Kubu Kabupaten Karangasem Provinsi Bali

I Made Regeg (Stkip Agama Hindu Amlapura)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2010

Abstract

Desa Pakraman Muntigunung, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Provinsi Bali termasuk daerah sulit. Desa Pakraman tersebut mempunyai berbagai keunikan di antaranya adalah kepemimpinan adatnya dengan sistim Huluapad dan pelaksanaan upacara Tegen-tegenan. Diera globalisasi ternyata Huluapad tetap eksis dan sangat berperan dalam pelaksanaan panca yadnya, termasuk upacara Tegen-tegenan. Hal ini dikarenakan Huluapad dalam pergantiannya, menggunakan usia perkawinan (senioritas) dan ditunjuk dalam paruman desa Pakraman di Bale Agung. Bale Agung sangat disakralkan, jika berani menolak atau memaksakan diri dan berkata kasar (Baos gora) ingin menjadi pengurus, maka akan terjadi malapetaka di kemudian hari, baik bagi dirinya sendiri maupun keturunannya. Prinsip ngayah sampai sekarang masih terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti setiap melaksanakan upacara panca yadnya termasuk upacara tegen-tegenan tetap berlangsung dengan baik dan sukses.Upacara Tegen-tegenan tetap dilaksanakan, karena pernah terjadi leluhur yang sudah di aben (Jero Mihyang) semestinya dapat bertemu di jabayan Pura Desa untuk bersama-sama menerima suguhan upakara tegen-tegenan tidak dilaksanakan sesuatu yang tidak masuk aka pernah terjadi yaitu adanya Bajag yang suka mencuri bayi, membawa karung dan juga gerubug menimpa krama desa Pakraman. Dengan kejadian itu upacara Tegen-tegenan merupakan rentetan dari upacara usaba Dalem tetap dilaksanakan, bahkan krama takut tidak tangkil dalam persembahan tersebut. Di manapun mereka berada pasti datang ke desa Pakraman Muntigunung untuk melaksanakan persembahan upakara Tegen-tegenan.

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

jurnallampuhyang

Publisher

Subject

Other

Description

Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan ...