Artikel mengenai pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan BI di masyarakat yang tidak mencerminkan kearifan lokal dan (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sementara metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi berbantuan catatan lapangan dan metode studi dokumentasi. Hasilnya adalah banyak ditemukan gejala penggunaan BI yang terjadi di masyarakat yang jauh dari harapan kompetensi komunikatif tersebut dan tidak mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal. Gejala penggunaan BI yang tidak santun, misalnya. Penggunaan bahasa yang tidak santun tersebut sangat memicu terjadinya konflik. Sementara itu, pembelajaran BI berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan komunikatif, yakni dengan cara menampilkan beberapa contoh peristiwa komunikasi yang senyatanya dan selanjutnya menuntut siswa agar mampu mempraktikkan komunikasi sesuai dengan tata cara berkomunikasi atau etika berkomunikasi yang santun, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai yang arif dan bijaksana.
Copyrights © 2011