Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan keberadaan Pura Manik Kembar terhadap kelahiran anak kembar di Bali. Prosodur pengumpulan dan pencatatan data penelitian dilakukan sebagai berikut: (1) observasi non partisipasi, (2) telaah pustaka lokal, (3) mengedarkan koesioner, dan (4) wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) sejarah Pura Manik Kembar tidak bisa lepas dengan hasil pesamuan sekta-sekta di Bali di bawah koordinator Empu Kuturan, (2) keberadaan Pura Pura Manik Kembar diyakini sebagai tempat memohon keselamatan dan penyucian bagi anak kembar di Bali, dan (3) berdasarkan perubahan nama yang terjadi beserta para pemedekyanya maka dapat diketahui bahwa terjadi/terdapat perubahan status pura dari Pura Kayangan Tiga (Dalem Bulakan) menjadi Pura Kayangan Desa Datah (Pura Batu Belah) dan selanjutnga menjadi Pura Kayangan Jagat (Pura Manik Kembar). Latar belakang Pura Manik Kembar disebut sebagai pura Kahyangan Jagat karena pura ini penyungsungnya adalah seluruh umat Hindu dari semua klen (catur wangsa) yang ada di Bali atau di Indonesia.
Copyrights © 2012