Penelitian ini dilatarbelakangi realitas keberagaman identitas yang dimiliki manusia. Bahwa manusia baik sebagai individu maupun kelompok, memiliki ciri masingÂmasing yang disebutbudaya atau kebudayaan. Begitu juga dengan kebudayaan masyarakat Donggo (dou Donggo)di Bima, NTB. Dou Donggo merupakan masyarakat asli suku Mbojo (Bima), yang mendiamisalah satu wilayah administratif kecamatan di Kabupaten Bima, yaitu Kecamatan Donggo. DouDonggo menjadi bagian masyarakat Bima yang masih memegang teguh nilaiÂnilai kebudayaanasli suku Mbojo. Kepatuhan mereka dengan tetap memegang teguh nilaiÂnilai kebudayaan,tidak terlepas dari peran pemimpin mereka, yakni Ncuhi. Ncuhi merupakan sebutan dou donggountuk kepala sukunya. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi lapangandi Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, peneliti meneliti bentuk komunikasi Ncuhidalam upayanya melestarikan budaya pernikahan dan kesenian tradisional dou Donggo. Darihasil penelitian ditemukan, keberadaan Ncuhi sebagai penerus atau pewaris kebudayaan lokaltidak lagi berfungsi secara maksimal. Ncuhi hanya melakukan komunikasi antarpersonal,kelompok dan publik kepada generasi yang lebih muda untuk mewarisi nilaiÂnilai kebudayaan.Tidak ada lagi komunikasi secara organisasi, maupun menyebarkan dengan media massa untukmelestarikan kebudayaan pernikahan dan kesenian.
Copyrights © 2016