Karya sastra merupakan gambaran kehidupan sosial masyrakat yang disusun fiktif namun tetap terangkat dari fakta-fakta empiris. Naskah drama Harimau di Hari yang ke–10 adalah karya sastra dari Syekh Zakaria Tamir yang hidup di zaman Perang Dunia I dan II. Seperti kita saksikan bersama bahwa pengarang merupakan kelahiran Suriah, hidup ketika sedang terjadi perang dunia I dan II. Bangsa Suriah yang merupakan turunan bangsa Semit memiliki kebudayaan tinggi dan sempat menguasai wilayah yang cukup luas dari masa ke masa baik pra Islam maupun pasca Islam, pada saat itu (kondisi ketika pengarang membuat naskah) bahkan sampai kini kekuatan dan kehebatan bangsa Suriah sudah dikuasai oleh bangsa asing yaitu Perancis (Suriah di bawah kendali Perancis) dan negara-negara barat lainnya. Melakukan analisis naskah drama dengan menggunakan pendekatan semiotik sama seperti menganalis naskah jenis sastra lainnya yang menggunakan pendekatan semiotik, yaitu bertujuan menemukan makna yang terkandung di balik setiap tanda. Simbol-simbol yang ditampilkan adalah simbol Hamriamu sebagai lambang kekuatan, lapar sebagai lambang kelemahan, pawang sebagai lambang kecerdikan, penonton sebagai lambang provokasi.
Copyrights © 2018