Sebuah rancang bangun instrumen untuk sistem akuisisi data termal yang digunakan untuk pemantauan aktivitas gunungapi dengan meman-faatkan pesawat udara tanpa awak (UAV) telah dilakukan. Pesawat udara tanpa awak dipilih karena kemampuannya dalam menjangkau tubuh gunung dengan lebih mudah dan aman. Sensor infra merah digunakan sebagai muatan agar mampu mengukur suhu kawah dan permukaan gunungapi tanpa ada kontak langsung. Sistem yang dibangun terdiri dari 3 perangkat utama, yakni sensor infra merah tipe Flir One Pro yang berfungsi sebagai kamera termal dan kamera visual, hand phone yang dilengkapi dengan software Redmi Note 5 yang berfungsi sebagai alat perekam data dan IMU (Inertial Measurement Unit), serta UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang berfungsi sebagai pesawat udara tanpa awak yang mengangkut sensor beserta alat perekam datanya. Uji coba telah dilakukan baik di laboratorium maupun di lapangan. Uji coba pemetaan termal dilakukan di atas kawah G. Kelud pada ketinggian jelajah 100 m pada area seluas (100x300) m2 dengan laju rata-rata 15 m/s. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem telah berfungsi dengan baik, meskipun terdapat kendala yang harus diperbaiki yang berkaitan dengan waktu melakukan pemetaan. Direkomendasikan agar pemetaan termal dilakukan pada malam hari sehingga obyek yang dipetakan mempunyai background termal yang relatif tetap, dan peta termal yang dihasilkan menjadi lebih konsisten.
Copyrights © 2020