Tulisan ini bertujuan mendiskripsikan konsep Islam tentang karakter-karakter spiritual keagamaan apa saja yang seharusnya dimiliki dan dipraktekkan siswa di dalan dan di luar kelas agar terjadi hubungan baik antara siswa dengan siswa didik lainnya, dan antara siswa didik sebagai perseorangan dan sebagai kelompok dengan gurunya. Norma-norma keislaman yang bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits dan pandagan para ulama akan dikemukakan untuk memberikan solusi (syifa`) terhadap problem krisis moral siswa yang saat ini marak terjadi belakangan ini. Problem krisis moral siswa ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan tematik-normatif (thematic-normatif approach). Norma-norma keislaman yang bersumber pada al-Qur`an dan al-Hadits, dan pandangan para ulama (`aqwaal al-‘ulamaa) akan dijadikan alat untuk mengukur benar-tidak, baikburuk, dan patut-tidak patutnya sebuah problem secara tematik. Ditemukan, ada enam karakter spiritual keagamaan yang harus dimiliki dan dipraktekkan siswa di dalam dan di luar kelas yaitu pertama: ikhlas. kedua: menerapkan karakter profetik (shidiq, amanah, tablig, dan fathanah). Ketiga: fokus belajar dan haus ilmu pengetahuan. keempat; makan makanan halal secukupnya, tidak maksiat, dan banyak zikir. Kelima: sedikit tidur dan berbicara. dan keenam: menjaga rasa hormat terhadap guru.
Copyrights © 2018