Topik mayor tulisan ini adalah sastra marjinal dalam masyarakat majemuk. Topik ini dipersempit menjadi sastra terjemahan dalam masyarakat pembaca sastra Indonesia (yang majemuk). Tulisan ini ingin menjawab pertanyaan apakah sastra terjemahan termasuk ke dalam sastra marjinal? Lebih khusus lagi pertanyaan itu adalah novel terjemahan merupakan sastra marjinalkah?
Copyrights © 1997