Humaniora
No 9 (1998)

Sistem Kedefinitan Bahasa Indonesia

B.R. Suryo Baskoro (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2013

Abstract

Secara semantis, nomina atau NP didefinisikan sebagai kata yang mengacupada manusia. binatang, dan konsep atau pengertian (Moeliono, 1988: 152).Definisi flu sebenarnya baru mengacu pada isinya. Adapun secara semantis-pragmatis, yakni mengenai bagaimana isi itu disampaikan, NP dapat memiliki kandungan (packaging) bermacam-macam yang menentukan status NP itu. Status-status referen itu adalah (status) lama/baru, sebagai fokus kontras, status definit/takdefinit, sebagai subjek kalimat, topik kalimat, dan status sebagai sudut pandang (Chafe, 1976: 28). Status definit/takdefinit NP yang dibahas dalam tulisan ini memilikl hubungan yang erat dengan status lama/baru: NP (yang mengandung informasi) lama senantiasa definit, meskipun yang (mengandung lnformasi) baru tidak selamanya tak definit. Bahasa Indonesia (bI) mengenal pula kata sandang (si. sang. hang. dang), namun perilakunya tidak sama dengan artikel dalam bahasa Inggris dan Perancis, di samping pemakaiannya yang semakin tidak efektif atau demi tujuan penggayaan bahasa. Masalah yang kemudlan muncul ialah bahwa kedua jenis pemarkah itu tidak selamanya hadir/tersurat. Dengan perkataan lain, NP definit maupun takdefinit dalam bl acapkali dipergunakan tanpa pemarkah, atau berpemarkah nol.

Copyrights © 1998






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...