Apakah sekelompok pembaca tertentu mempergunakan sarana khusus yang memainkan peranan penting dalam pemrosesan, atau lebih spesifik lagi penilaian teks sastra. Bagaimanakah hubungan antara sarana-sarana yang dipergunakan pembaca untuk membongkar kode teks dan struktur teks itu untuk kemudian menilainya? Selanjutnya, apabila sarana-sarana tersebut dipertimbangkan sebagai kriteria penilaian ternadap teks tertentu, bagaimanakah kecenderungan yang terjadi pada kelompok pembaca tertentu dalam menggunakannya. Penelitian ini akan berupaya menjawab "sebagian keeU- dan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menitikberatkan perhatian pada kasus dua buah cerpen Indonesia modern dalam hubungannya dengan kelompok pembaca tertentu, yakni para guru bahasa Indonesia SLTP di Yogyakarta yang sedang mengikuti Program Penyetaraan Tatap Muka di FPBS IKIP Yogyakarta. Perhatian utama penelitian pada kasus cerpen karena genre inilah yang dipertimbangkan paling akrab dengan pembaca yang menjadi sasaran penelitian jika dibandingkan dengan novel yang sering dianggap terlampau panjang -dan puisi- yang sering dianggap menyulitkan karena sifatnya yang begitu multiinterpretabel -serta naskah drama- yang secara hakiki sebagai karya seni baru selesai setelah dipentaskan.
Copyrights © 1998