Humaniora
No 1 (1989)

Corak Revivalistis - Nativistis Perang Batak 1878 - 1907

Harlem Siahaan (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2013

Abstract

Percaturan, persaingan dan pergolakan politik menunjukkan gejala semakin tajam dan genting di Sumatra bagian utara semenjak dekade ke delapan abad ke XIX. Di satu pihak Pemerintah Hindia Belanda (PHB) semakin bernafsu untuk menyempurnakan penguasaannya atas Sumatra, sedang di pihak lain para penguasa dan pimpinan tradisional semakin berupaya memperkuat kepemimpinaan serta mengintegrasikan wilayah kekuasaan serta pengaruhnya. Dalam perkembangannya, rencana Si Singamangaraja untuk mengusir Belanda sangatlah menarik untuk diamati. Seberapa jauh perlawanan Si Singamangaraja dan Batak ini dapat dikategorisasikan sebagai suatu religious movement yang bercorak nativists atau revivalists? Apa dan bagaimana hubungan kausal serta korelasinya dengan faktor, kondisi, konteks atau setting sosio-kultural yang sering berubah atau mengalami goncangan. Pendekatan ini diharapkan melengkapi pemahaman mengenai luas lingkup, kepemimpinan, keradikalan, corak, faktor kelemahan, kekuatan dan ketahanan Perang Batak.

Copyrights © 1989






Journal Info

Abbrev

jurnal-humaniora

Publisher

Subject

Humanities

Description

Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of ...