MV San Pedro Bridge adalah kapal kontainer yang dapat memuat reefer container antarpulau dan pelabuhan melalui laut. Muatan reefer container bersifat mudah rusak akibat suhuyang tidak sesuai. Penanganan khusus untuk menghindari kerusakan muatan adalah proses yang menjadi perbedaan reefer container dengan muatan peti kemas lainnya dan menjadikannya kontainer dengan biaya jasa pengiriman yang berharga mahal diantaramuatan peti kemas lainnya. Penelitian dilaksanakan di MV San Pedro Bridge dari tanggal 3 Februari 2016 sampaidengan tanggal 7 Desember 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kualitatif.Sumber data yang diolah berdasarkan data primer dengan pengamatan dan wawancaralangsung, dan data sekunder diambil berdasarkan buku manual, artikel internet dan jurnal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, dalam persiapan penanganan muatan danpelaksanaan manajemen penanganan muatan selama pelayaran dilaksanakan sesuaipanduan Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM) Container Ship Manual, prinsip-prinsiputama pemuatan, dan sesuai dengan empat fungsi manajemen: Planning, Organizing,Actuating dan Controlling.
Copyrights © 2018