Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan adalah demam berdarah dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini mengalami siklus kehidupan di dua habitat yakni stadium pra dewasa (telur, larva dan pupa) hidup di lingkungan air sedangkan stadium dewasa (nyamuk) hidup di luar air. Pengendalian nyamuk Ae. aegypti memerlukan tindakan pengawasan oleh surveilans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas air kotoran sapi dan air kotoran ayam sebagai atraktan pada ovitrap terhadap jumlah telur Aedes aegypti yang tertangkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan post test only control grup. Jumlah telur Aedes aegypti yang tertangkap berjumlah 429. Media air kotoran sapi kosentrasi 5 % menghasilkan 288 butir (67,1%,) rata-rata 72, air kotoran ayam kosentrasi 5 % menghasikan 52 butir (12,1%) rata-rata 13 dan pada air sumur 200 ml (kontrol) menghasilkan 89 butir (20,8%) rata-rata 22. Hasil hipotesis menunjukan nilai probabilitas signifikan 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan (α) 0,05 maka ada hubungan jenis media air yang digunakan dengan jumlah telur Aedes aegypti yang tertangkap. Dan air kotoran sapi merupakan jenis media air yang paling disukai nyamuk Aedes aegyti untuk meletakan telurnya dari pada air kotoran ayam.
Copyrights © 2018