Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS AIR KOTORAN SAPI DAN AIR KOTORAN AYAM SEBAGAI ATRAKTAN PADA OVITRAP TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes aegypti EFEKTIFITAS AIR KOTORAN SAPI DAN AIR KOTORAN AYAM SEBAGAI ATRAKTAN PADA OVITRAP TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes eegypti Yunita Budiman; Suwarja Suwarja; Robinson Pianaung; Steven Jacob Soenjono; Milana Salim
SPIRAKEL Vol 10 No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan adalah demam berdarah dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini mengalami siklus kehidupan di dua habitat yakni stadium pra dewasa (telur, larva dan pupa) hidup di lingkungan air sedangkan stadium dewasa (nyamuk) hidup di luar air. Pengendalian nyamuk Ae. aegypti memerlukan tindakan pengawasan oleh surveilans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas air kotoran sapi dan air kotoran ayam sebagai atraktan pada ovitrap terhadap jumlah telur Aedes aegypti yang tertangkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan post test only control grup. Jumlah telur Aedes aegypti yang tertangkap berjumlah 429. Media air kotoran sapi kosentrasi 5 % menghasilkan 288 butir (67,1%,) rata-rata 72, air kotoran ayam kosentrasi 5 % menghasikan 52 butir (12,1%) rata-rata 13 dan pada air sumur 200 ml (kontrol) menghasilkan 89 butir (20,8%) rata-rata 22. Hasil hipotesis menunjukan nilai probabilitas signifikan 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan (α) 0,05 maka ada hubungan jenis media air yang digunakan dengan jumlah telur Aedes aegypti yang tertangkap. Dan air kotoran sapi merupakan jenis media air yang paling disukai nyamuk Aedes aegyti untuk meletakan telurnya dari pada air kotoran ayam.
DAYA BUNUH EKSTRAK KULIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) TERHADAP JENTIK Aedes sp Stevie Mariany Pamikiran; Steven J. Soenjono; Suwarja Suwarja; Indah Margarethy; Milana Salim; Nungki Hapsari Suryaningtyas
SPIRAKEL Vol 10 No 2 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.492 KB)

Abstract

Pengendalian jentik Aedes sp dengan cara menggunakan insektisida alami dapat berfungsi sebagai upaya pencegahan timbulnya resistensi terhadap insektisida kimiawi. Senyawa yang terkandung dalam tumbuhan berpotensi sebagai insektisida yaitu golongan sianida, saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, steroid dan minyak atsiri. Salah satunya ekstrak dari kulit kentang (Solanum tuberosum L.) mengandung senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit kentang (Solanum tuberosum L.) dalam membunuh jentik Aedes sp. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain penelitian post test only control group design untuk mengetahui konsentrasi letal ekstrak kulit kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap jentik Aedes sp. Perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan jumlah jentik Aedes sp masing-masing 10 jentik. Konsentrasi yang digunakan yaitu 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1% dan kontrol menggunakan air sumur. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi 1% efektif dalam membunuh jentik Aedes sp sebesar 50%. dan nilai LC50 ekstrak kulit kentang pada konsentrasi 1,1%. Ekstrak kulit kentang (Solanum tuberosum L.) belum efektif digunakan sebagai larvasida Aedes sp.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STHs) PADA ANAK SD DI TIWOHO KECAMATAN WORI Indra Elisabet Lalangpuling; Mouren Irene Yusuf; Desinta Samala Majampoh; Kevin Giovani Pascoal; Michael V.L. Tumbol; Suwarja Suwarja; Rosdiana Naibey
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i2.4916

Abstract

One of the factors that causes Soil Transmitted Helminths infection (intestinal nematodes that are transmitted through soil) is Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). STHs usually breed in tropical areas with high temperatures and humidity. The aim of this research was to find out whether STHs worm infection which was transmitted through soil in elementary school children in Tiwoho Village, Wori District was related to clean and healthy living behavior (PHBS). This type of research is descriptive with a sampling method, namely purposive sampling of 65 stool samples that meet the inclusion criteria. Stool samples were examined microscopically using the native method, flotation method and Baerman Test method. The Square test was used in data analysis to assess whether there was a relationship between PHBS and STHs worm infection. The results of this study show that there is a relationship between Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and STHs worm infection, especially the habit of washing hands with soap before eating and the habit of biting nails with a p value <0.005.