Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) hubungan pemahaman Museum Aceh dengan hasil belajar sejarah pada siswa SMAN di Kecamatan Kuta Alam; (2) hubungan kesadaran sejarah dengan hasil belajar sejarah pada siswa SMAN di Kecamatan Kuta Alam; dan (3) hubungan antara pemahaman Museum Aceh dan kesadaran sejarah secara bersama-sama dengan hasil belajar sejarah pada siswa SMAN di Kecamatan Kuta Alam.           Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMAN di Kecamatan Kuta Alam yang terdiri atas dua sekolah yaitu SMAN 8 Banda Aceh dan SMAN 12 Banda Aceh berjumlah 100 siswa kelas XI IPS. Ukuran sampel penelitian berjumlah 78 siswa. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan Tabel Issac dan Michael. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan angket. Tes digunakan untuk mengukur variabel pemahaman Museum Aceh dan hasil belajar sejarah sedangkan angket digunakan untuk mengukur variabel kesadaran sejarah. Uji coba instrumen tes dilakukan untuk tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Uji coba kuesioner untuk mengetahui uji validitas butirdan reliabilitas. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji linieritas. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi, regresi sederhana dan regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman Museum Aceh (X1) dengan hasil belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,250 dan nilai 𞡠value (0,027< 0,05). (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesadaran sejarah (X2) dengan hasil belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,234 dan nilai 𞡠value (0,039 < 0,05). (3) terdapat hubungan positif yang signifikan secara bersama pemahaman Museum Aceh (X1) dan kesadaran sejarah (X2) dengan hasil belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,317 dan nilai 𞡠value (0,019 <0,05).
Copyrights © 2015