Rumah Niang merupakan salah satu dari sepuluh ragam Arsitektur Tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di dataran tinggi Kabupaten Manggarai (800 - 1200 dpl) dengan kekhasan yang dimilikinya yaitu denah yang berbentuk lingkaran dan atap berbentuk kerucut. Rumah Niang tumbuh dari rakyat dengan segala macam tradisi serta memanfaatkan berbagai potensi-potensi lokal seperti material, teknologi dan pengetahuan yang ada. Namun potensi-potensi lokal seperti penggunaan material lightweight tersebut menimbulkan permasalahan di daerah dataran tinggi yang cenderung dingin karena sifat termal dari material lightweight mudah lepas dan mengalir keluar sehingga dapat berpotensi menciptakan kondisi underheating dan mempengaruhi kondisi kenyamanan dalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh desain rumah Niang dalam merespon kondisi termal di dataran tinggi dan menganalisa perilaku material dari elemen desain yang berpengaruh terhadap kinerja termal rumah Niang. Penelitian dilakukan dengan metoda observasi dan simulasi dengan bantuan software ARCHIPAK versi 5.0. Hasil akhir dalam penelitian ini menunjukkan bahwa desain rumah Niang belum dapat memberikan kenyamanan termal yang memadai terutama pada malam hingga pagi hari, dimana kondisi bangunan cenderung mengalami underheating dalam periode yang cukup lama. Dari simulasi juga dapat diketahui bahwa lantai dan atap merupakan elemen yang paling kritis terhadap pelepasan panas.
Copyrights © 2015