Mikroalga diatom dianggap sebagai organisme hidup yang memiliki banyak manfaat dan telah menarik banyak perhatian dari peneliti-peneliti dunia. Dalam beberapa tahun ini, diatom juga telah digunakan sebagai bahan nutrasetikal dan sumber obat dalam industri farmasi. Penduduk lokal di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, sebagian besar memiliki profesi sebagai nelayan pembudidaya, dimana produksi perikanan budidaya berkontribusi cukup besar pada pendapatan daerah. Namun, salah satu kendala yang dialami oleh pembudidaya adalah adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen yang seringkali diatasi dengan penggunaan antibiotik sintetik yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, kami melakukan sosialisasi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat lokal di Desa Pabean Udik tentang potensi diatom sebagai produk alami dengan multi-manfaat, terutama sebagai agen antibakteri alami dalam praktik budidaya perikanan laut. Dalam studi ini, pendidikan berbasis masyarakat dengan beberapa kegiatan seperti ceramah, diskusi, video interaktif dan sesi doorprize dilakukan. Selain itu, kuesioner pre-test dan post-test dilakukan sebagai alat untuk mengidentifikasi kesadaran peserta dan untuk mengukur indikator tujuan. Hasil survey yang diperoleh menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 20%. Kami mengamati bahwa selama diskusi peserta juga menunjukkan kesediaan mereka untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang potensi pemanfaatan diatom untuk meminimalkan risiko infeksi patogen. Oleh karena itu, hasil ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat lokal tentang potensi manfaat diatom dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan diatom untuk banyak tujuan, terutama dalam menggantikan obat antimikroba yang tidak ramah lingkungan.
Copyrights © 2020