Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effectiveness of Ascidian Didemnum molle Extracts as Antibactery Vibrio harveyi on Tiger Shrimp (Penaeus monodon) Christin Jelita, Christin Jelita; Bachtiar, Eri; Liviawaty, Evi
Aquacultura Indonesiana Vol 15, No 2 (2014): Volume 15 Issue 2 Year 2014
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.961 KB) | DOI: 10.21534/ai.v15i2.32

Abstract

This research studied the effectiveness of Ascidian Didemnum molle extracts as curative for bacteria Vibrio harveyi infection in tiger shrimp (Penaeus monodon). The purpose of the research was to find out the effective concentration of antibacterial compound Ascidians Didemnum molle to curative the infection of bacteria Vibrio harveyi in tiger shrimp. The Ascidians Didemnum molle which were used in this research was originated from Kepulauan Seribu waters. Ascidians Didemnum molle collected by 3.5 kg with an average size of 5-15 cm per individual. The research was conducted from September to December 2013 at the Biotechnology Laboratory and Aquaculture Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Padjadjaran University. The method which was used in this research was a laboratory experimental method such as phytochemical test, extraction, anti-Vibrio harveyi activity test, LC50 test and chalenge test. Descriptive analysis was used in this research. Based on the anti-Vibrio harveyi activity test, it could be concluded that Ascidian Didemnum molle extract had potential as an antibacterial for Vibrio harveyi, which indicated by inhibition zones as 11.1 mm at a concentration of 1,000 mg/L. The result of EPA Probit analysis on LC50 test, with 48-hours of observation, determine 387 mg/L as a safe extract concentration for tiger shrimp. The chalenge test showed that treatment D with concentration of 290.25 mg/L was effective to be used as treatment for tiger shrimp that were infected by Vibrio harveyi bacteria solution of density 106 CFU/ mL, with the highest survival rate was 51.7%.
IDENTIFIKASI KOMUNITAS DIATOM YANG BERASOSIASI PADA MAKROALGA PADINA SP. DI PERAIRAN PULAU PRAMUKA DAN SEMAK DAUN MELALUI PENDEKATAN METAGENOMIK Ardian Cahyo Pambudi; Eri Bachtiar; Yuniarti MS; Fiddy Semba Prasetiya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.11

Abstract

Analisis diversitas diatom yang berasosiasi dengan makroalga dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi dalam kegiatan pengelolaan dan konservasi wilayah pesisir. Data yang dihasilkan juga berguna untuk membaca kualitas lingkungan dan bioprospeksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat diversitas komunitas diatom yang berasosiasi dengan Padina sp di Pulau Pramuka dan Semak Daun. Kedua pulau memiliki karakteristik yang berbeda, Pulau Pramuka yang berpenghuni dan terdapat berbagai macam aktivitas masyarakat, sedangkan Pulau Semak Daun tidak berpenghuni. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2019 – Mei 2020 di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Molekuler, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Proses Next Generation Sequencing (NGS) dilakukan oleh Novogene Co., Ltd di Singapura menggunakan primer Rbcl 646F – 998R dengan target amplicon 331 bp. Hasil penelitian didapatkan kelimpahan tertinggi pada ordo Bacillariales di semua stasiun (41 – 49%), disusul dengan ordo Fragilariales dan Naviculales.Nilai OTUs tertinggi terdapat pada stasiun 4 (508), disusul dengan stasiun 3 (500), 1 (481), dan 2 (471). Indeks Shannon dan Simpson berada di kisaran >5 dan 0 < D < 0.5, yang berarti di semua stasiun memiliki keanekaragaman yang tinggi dan memiliki dominansi yang rendah.
PERANAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN MANGROVE TERHADAP INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) Yeni Mulyani; Eri Bachtiar; Muhammad Untung Kurnia Agung
Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.162 KB)

Abstract

Perikanan budidaya di Indonesia sangat beragam macamnya. Akan tetapi, pesatnya perkembangan budidaya belum ditunjang dengan biosecurity yang tepat. Penyakit merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi usaha budidaya perikanan dan menimbulkan kerugian. Salah satu penyebab penyakit adalah bakteri Aeromonashydrophila.Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan bakteri tersebut adalah penggunaan anti bakterialyang bersifat alami dan efektif untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, ramah lingkungan serta mudah terurai di perairan, salah satunya senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan senyawa metabolit sekunder tumbuhan mangrove terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophilapada ikan mas (Cyprinus carpio L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi FPIK Universitas Padjadjaran dari bulan Mei sampai November 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksplorasi di laboratorium. Penelitian ini menghasilkan ekstrak daun mangrove sebanyak 127,6 gram padatan dengan warna hijau tua dan uji kandungan senyawa metabolit sekunder mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Sedangkan untuk uji antibakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro dengan menggunakan media agar TSA menghasilkan zona daya hambat sebesar 17,02 mm pada konsentrasi 20.000 ppm.Kata kunci : Bakteri Aeromonas hydrophila, Cyprinus carpioL, flavonoid, mangrove, dan saponin   
PERANAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN MANGROVE TERHADAP INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) Yeni Mulyani; Eri Bachtiar; Muhammad Untung Kurnia Agung
Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.163 KB)

Abstract

Perikanan budidaya di Indonesia sangat beragam macamnya. Akan tetapi, pesatnya perkembangan budidaya belum ditunjang dengan biosecurity yang tepat. Penyakit merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi usaha budidaya perikanan dan menimbulkan kerugian. Salah satu penyebab penyakit adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan bakteri tersebut adalah penggunaan anti bakterial yang bersifat alami dan efektif untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, ramah lingkungan serta mudah terurai di perairan, salah satunya senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan senyawa metabolit sekunder tumbuhan mangrove terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan mas (Cyprinus carpio L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi FPIK Universitas Padjadjaran dari bulan Mei sampai November 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksplorasi di laboratorium. Penelitian ini menghasilkan ekstrak daun mangrove sebanyak 127,6 gram padatan dengan warna hijau tua dan uji kandungan senyawa metabolit sekunder mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Sedangkan untuk uji antibakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro dengan menggunakan media agar TSA menghasilkan zona daya hambat sebesar 17,02 mm pada konsentrasi 20.000 ppm.
SOSIALISASI PEMANFAATAN SENYAWA BIOAKTIF DARI MIKROALGA DIATOM DALAM PRAKTIK BUDIDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN INDRAMAYU Sunarto Sunarto; Fiddy Semba Prasetiya; Eri Bachtiar
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.23858

Abstract

Mikroalga diatom dianggap sebagai organisme hidup yang memiliki banyak manfaat dan telah menarik banyak perhatian dari peneliti-peneliti dunia. Dalam beberapa tahun ini, diatom juga telah digunakan sebagai bahan nutrasetikal dan sumber obat dalam industri farmasi. Penduduk lokal di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu, sebagian besar memiliki profesi sebagai nelayan pembudidaya, dimana produksi perikanan budidaya berkontribusi cukup besar pada pendapatan daerah. Namun, salah satu kendala yang dialami oleh pembudidaya adalah adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen yang seringkali diatasi dengan penggunaan antibiotik sintetik yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, kami melakukan sosialisasi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat lokal di Desa Pabean Udik tentang potensi diatom sebagai produk alami dengan multi-manfaat, terutama sebagai agen antibakteri alami dalam praktik budidaya perikanan laut. Dalam studi ini, pendidikan berbasis masyarakat dengan beberapa kegiatan seperti ceramah, diskusi, video interaktif dan sesi doorprize dilakukan. Selain itu, kuesioner pre-test dan post-test dilakukan sebagai alat untuk mengidentifikasi kesadaran peserta dan untuk mengukur indikator tujuan. Hasil survey yang diperoleh menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 20%. Kami mengamati bahwa selama diskusi peserta juga menunjukkan kesediaan mereka untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang potensi pemanfaatan diatom untuk meminimalkan risiko infeksi patogen. Oleh karena itu, hasil ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat lokal tentang potensi manfaat diatom dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan diatom untuk banyak tujuan, terutama dalam menggantikan obat antimikroba yang tidak ramah lingkungan.
Study of Phytochemistry and Potential of Endophyte Fungi Extract in Avicennia marina Roots as Antioxidants Inhibiting Early Aging Muhammad Andhika Pratama; Mochammad Agung Seno Pambudi; Eri Bachtiar; Mochamad Rudyansyah Ismail; Yeni Mulyani; Sulastri Arsad; Fiddy Semba Prasetiya
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 11 No. 1 (2022): JAFH Vol. 11 No. 1 February 2022
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v11i1.24502

Abstract

The mangrove plants has long been utilized as traditional medicinal ingredients for treatments of various diseases in favour of bioactive components from its secondary metabolites. Secondary metabolites from mangroves could act as an antioxidant to prevent oxidative stress. Mangrove may contain endophyte fungi in its tissues that are capable of producing secondary metabolites. In theory, endophyte fungi isolated from a plant can produce secondary metabolites similar to those of the original plants or even in relatively high numbers. In this research, mangrove species Avicennia marina was sampled from Blanakan, Subang District, West Java. Endophyte fungi were isolated from the mangrove roots that had been obtained. The experimental method was used to test antioxidant activitiy using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) method and phytochemical content, with three replicates for each tests. Fungal isolates were coded according to the distance of the roots from the main mangrove tree, namely STAD and STAJ that represents “close” and “far” roots. Our results showed that the enviromental parameters, namely salinity, dissolved oxygen, and temperature meet the quality standards and mangrove life in the tropics. The A. marina type of substrate muddy soil and has a pH value, which did not meet the quality standards for mangrove waters. As for antioxidant activity, both extracts could reduce DPPH free radicals. Further determination of the IC50 value of the two extracts showed that the endophytic fungi STAD and STAJ had IC50 values of 97.8 ppm (classified as strong) and 822.56 ppm (classified as very weak) in the DPPH radical immersion method. Phytochemical test revealed that the two extracts of fungal isolates contain bioactive compounds, where flavonoids and alkaloids were identified in isolate STAD, whereas STAJ was positive for tannins and alkaloids content.
Studi Metagenomik Sampel Perairan yang Diperkaya dari Wilayah Hilir Sungai Citarum dan Potensinya sebagai Agen Bioremediasi Fadia Mutiara Prastianti; Eri Bachtiar; Muhammad Wahyudin Lewaru; Moch Untung Kurnia Agung
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v17i1.794

Abstract

AbstrakPerairan Sungai Citarum banyak memperoleh limpasan limbah antropogenik dari darat yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut, bakteri dapat dimanfaatkan sebagai agen bioremediasi. Hingga saat ini belum tersedia informasi komunitas bakteri di Perairan Sungai Citarum, khususnya dari wilayah hilir Muara Gembong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komunitas, kelimpahan, dan keanekaragaman bakteri dari Perairan Muara Gembong yang telah diperkaya dengan pendekatan metagenomik, serta analisis fungsional dengan melihat profil protein yang dimiliki dari bakteri yang teridentifikasi yang berpotensi sebagai agen bioremediasi. Pengambilan sampel air dilakukan di dua lokasi (A1 dan A2) dengan karateristik perairan yang berbeda. Sampel air estuari diperkaya dengan 0,2x Nutrient Broth. Sekuensing dilakukan dengan metode Next Generation Sequencing (NGS) menggunakan amplikon sekuensing platform Novaseq Illumina, dengan primer 16S rRNA region V3–V4 (341F dan 806R). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 37 genera, 19 famili, 13 ordo, 7 kelas, dan 4 filum bakteri dengan 49 OTU untuk sampel A1 dan 48 OTU untuk sampel A2. Kelimpahan tertinggi diperoleh pada kelas Gammaproteobacteria (99,82%) yang didominasi oleh genus Vibrio. Keanekaragaman bakteri pada kedua sampel diperkaya ini tergolong sedang dengan dominasi tinggi. Analisis fungsional menunjukkan kemampuan bakteri yang teridentifikasi mampu mendegradasi benzoate, dioxin, asam lemak, metana, naftalen, nitrotoluene, PAH, dan sulfur dengan protein dan enzim yang terlibat dalam metabolisme tersebut. Penelitian ini menunjukkan bakteri yang teridentifikasi pada Perairan Muara Gembong mempunyai potensi bioremediasi untuk cemaran lingkungan, seperti polutan organik dari logam berat. AbstractMuara Gembong waters is a downstream region of the Citarum watershed that receives anthropogenic runoff and affects water pollution. To overcome the problem of pollution, bacteria can be used as a bioremediation agent. Until now, information on the bacterial community in Citarum River waters has not been obtained, especially in the downstream area of Muara Gembong. This study aims to identify the community, abundance, and diversity of bacteria from Muara Gembong waters that have been enriched with a metagenomic approach, as well as functional analysis by looking at the protein profiles of the identified bacteria that have the potential as bioremediation agents. Water samples were taken at two locations (A1 and A2) with different water characteristics. Estuary water samples were enriched with 0.2x Nutrient Broth (NB). Amplicon sequencing of NGS by Novaseq Illumina platform was used in this research, using 16S rRNA primer region V3-V4 (341F and 806R). The results showed that 37 genera, 19 families, 13 orders, 7 classes, and 4 bacterial phyla were identified with 49 OTUs for A1 and 48 OTUs for A2. The highest abundance was obtained by the Gammaproteobacteria class (99.82%) which dominated by the Vibrio genera. The diversity level is classified as medium diversity with high dominance. Functional analysis showed the ability of the identified bacteria to degrade benzoate, dioxin, fatty acid, methane, naphthalene, nitrotoluene, PAH, and sulfur with proteins and enzymes involved in the metabolism. This study shows that identified bacteria in Muara Gembong waters are potentially appicable for bioremediation of the environment contaminants, such as organic pollutants and heavy metals.
Sifat Antibakteri dari Daun Tephrosia vogelii Terhadap Vibriosis Eri Bachtiar; Yana Maolana Syah; Lia Dewi Juliawaty
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 1 (2019): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v6i1.4506

Abstract

Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sumber andalan dalam produksi pembangunan perikanan di Indonesia. Udang merupakan salah satu komoditas unggulan utama dalam menunjang produksi pendapatan devisa non migas. Untuk mencapai target produksi sesuai dengan yang diharapkan, berbagai permasalahan menghambat upaya peningkatan produksi tersebut, antara lain kegagalan produksi akibat penyakit oleh bakteri Vibrio, sehingga penyakit ini dikenal sebagai ‘vibriosis’. Salah satu pencarian senyawa yang bersifat antibakteri adalah dengan cara melakukan penapisan terhadap senyawa-senyawa alam. Salah satu sumber senyawa alam adalah dari tumbuhan Tephrosia vogelii. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa dari tumbuhan T. vogelii sebagai sumber senyawa antibakteri terhadap dua bakteri Vibrio yaitu Vibrio alginolitycus dan Vibrio harveyi. Bahan ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton, sementara uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar secara in vitro. Deguelin dan tefrosin kemudian diisolasi dari ekstrak aseton daun T. vogelii. dengan metode difusi agar senyawa deguelin memberikan nilai inhibisi 6,3 mm terhadap V. harveyi dan 6,2 mm terhadap V alginolitycus. Sedangkan  tefrosin memberikan nilai inhibisi 6,3 mm terhadap V. harveyi dan 6,6 mm terhadap V alginolitycus. Ini adalah evaluasi antibakteri pertama dari deguelin dan tefrosin terhadap dua bakteri yang diuji.
IDENTIFIKASI KOMUNITAS DIATOM YANG BERASOSIASI PADA MAKROALGA PADINA SP. DI PERAIRAN PULAU PRAMUKA DAN SEMAK DAUN MELALUI PENDEKATAN METAGENOMIK Pambudi, Ardian Cahyo; Bachtiar, Eri; MS, Yuniarti; Prasetiya, Fiddy Semba
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.11

Abstract

Analisis diversitas diatom yang berasosiasi dengan makroalga dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi dalam kegiatan pengelolaan dan konservasi wilayah pesisir. Data yang dihasilkan juga berguna untuk membaca kualitas lingkungan dan bioprospeksi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat diversitas komunitas diatom yang berasosiasi dengan Padina sp di Pulau Pramuka dan Semak Daun. Kedua pulau memiliki karakteristik yang berbeda, Pulau Pramuka yang berpenghuni dan terdapat berbagai macam aktivitas masyarakat, sedangkan Pulau Semak Daun tidak berpenghuni. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2019 – Mei 2020 di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Molekuler, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Proses Next Generation Sequencing (NGS) dilakukan oleh Novogene Co., Ltd di Singapura menggunakan primer Rbcl 646F – 998R dengan target amplicon 331 bp. Hasil penelitian didapatkan kelimpahan tertinggi pada ordo Bacillariales di semua stasiun (41 – 49%), disusul dengan ordo Fragilariales dan Naviculales.Nilai OTUs tertinggi terdapat pada stasiun 4 (508), disusul dengan stasiun 3 (500), 1 (481), dan 2 (471). Indeks Shannon dan Simpson berada di kisaran >5 dan 0 < D < 0.5, yang berarti di semua stasiun memiliki keanekaragaman yang tinggi dan memiliki dominansi yang rendah.
Keanekaragaman Gastropoda Pada Berbagai Kondisi Kawasan Ekowisata Mangrove Pratama, Muhammad Tio; Zahidah; Bachtiar, Eri; Prasetiawan, Nanda Radhitia; Arief , Mochamad Candra W.
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i3.54498

Abstract

Hutan mangrove merupakan area potensial yang tengah banyak dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Ekosistem ini merupakan tempat bagi keanekaragaman hayati termasuk gastropoda. Terdapat beberapa kawasan mangrove di Pangandaran dengan karakteristik, kondisi dan statusnya masing-masing, baik sebagai kawasan ekowisata konservasi ataupun non ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda yang terdapat pada kawasan-kawasan mangrove tersebut. Penelitian menggunakan metode deksriptif kuantitatif. Komposisi jenis, kerapatan, Indeks Nilai Penting (INP) mangrove pada 5 kawasan mangrove di Pangandaran diukur melalui survei eksploratif dengan stratified sampling memanfaatkan garis transek sepanjang 100 m. Pada garis transek yang sama juga ditentukan jumlah jenis serta keanekaragaman gastropoda yang ada. Sebagian besar parameter kualitas air pada kawasan-kawasan mangrove memenuhi kriteria bagi biota dengan tipe substrat pasir berlumpur. Teridentifikasi 30 jenis gastropoda dari 5 kawasan mangrove yang tersusuan atas kombinasi dari 7 jenis mangrove dengan kerapatan rata–rata yaitu 440 pohon/ha yang tergolong rusak/jarang. Faunus ater adalah gastropoda yang dominan pada seluruh stasiun penelitian. Rhizophora mucronata menjadi jenis yang terdistribusi pada semua kawasan mangrove dengan INP tertinggi. Jumlah jenis dan kepadatan gastropoda tertinggi diperoleh dari Bulaksetra yang merupakan kawasan ekowisata konservasi. Keberadaan ekowisata ditentukan oleh vegetasi mangrove dan keberadaan ekowisata tidak mempengaruhi struktur komunitas gastropoda. Meskipun begitu, status kawasan ekowisata konservasi memiliki peran perlindungan terhadap keberlangsungan vegetasi beserta biota didalamnya pada suatu kawasan mangrove.