Majalah Farmaseutik
Vol 16, No 2 (2020)

Pengaruh Variasi Komposisi Pemanis Xilitol dan Aspartam Terhadap Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) The effect

Meri Ropiqa (Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)
Sisca Devi (Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)
Akhmad Kharis Nugroho (Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)
Yosi Bayu Murti (Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
23 Jun 2020

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai antiplasmodium di Indonesia. Kandungan alkaloid karpain pada daun yang bertanggung jawab sebagai senyawa antiplasmodium memiliki rasa pahit sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan tablet yang mudah diterima. Berkaitan dengan prevalensi malaria yang sering menyebabkan kematian pada usia 5 hingga 9 tahun, maka perlu dilakukan formulasi bentuk sediaan tablet kunyah yang merupakan bentuk sediaan yang disukai kategori usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi pemanis xilitol dan aspartam terhadap karakteristik fisik granul dan fisik tablet kunyah. Formulasi tablet kunyah dibuat dengan kombinasi xilitol dan aspartam sebanyak tiga formula, pada formula I dengan perbandingan xilitol:aspartam (284:40), formula II (292:32), dan formula III ( 300:24).   Berdasarkan hasil penelitian pada uji kekerasan tablet menunjukkan ada perbedaan nilai yang signifikan (p < 0,05) antara satu formula dengan formula lainnya, hal ini menunjukan variasi pemanis sangat berpengaruh terhadap kekerasan tablet yang dihasilkan. 

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

majalahfarmaseutik

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social ...