Callosum Neurology Journal : Jurnal Berkala Neurologi Bali
Vol 3 No 2 (2020): Callosum Neurology Journal

PREVALENSI DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NYERI BAHU PADA TENAGA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT ATMA JAYA

Aurelia Vania (Departemen Neurologi, FKIK Unika Atma Jaya, Jakarta, Indonesia)
Jimmy Barus (Departemen Neurologi, FKIK Unika Atma Jaya, Jakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2020

Abstract

Latar belakang: Perawat bekerja dalam lingkungan dengan risiko tinggi mengalami nyeri muskuloskeletal. Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada perawat dan dapat mempengaruhi kemampuan dan produktivitas saat bekerja maupun aktivitas sehari-hari lainnya. Studi dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko nyeri bahu pada tenaga keperawatan di RS Atma Jaya. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang dilakukan pada populasi perawat di RS Atma Jaya pada bulan Juli-Agustus 2019. Studi dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diisi oleh setiap responden. Hasil: Studi ini melibatkan 110 responden yang terdiri dari 98 wanita dan 12 laki-laki dengan rata-rata usia 29,6 ± 7 tahun. 47,3% responden pernah mengalami nyeri bahu dalam 1 tahun terakhir dengan rata-rata skala NRS 3,3 ± 1,4. 76,9% kejadian nyeri bahu timbul setelah bekerja. Studi menemukan shift malam menjadi faktor protektif kejadian nyeri bahu (RO=0,3). Faktor usia >30 tahun, lama bekerja >5 tahun, adanya nyeri area tubuh lain, aktivitas menarik atau menopang beban >10 kg, dan aktivitas bekerja dengan posisi lengan di atas bahu merupakan faktor risiko yang signifikan (95% IK, p?0.05). Analisis multivariat regresi logistik menunjukkan adanya nyeri area tubuh lain sebagai faktor risiko yang paling signifikan (95% IK, p?0.05). Kesimpulan: Adanya nyeri area tubuh lain merupakan faktor yang paling berperan dalam terjadinya nyeri bahu. Faktor risiko nyeri bahu lainnya adalah usia >30 tahun, lama bekerja >5 tahun, aktivitas menarik atau menopang beban berat, dan aktivitas bekerja dengan posisi lengan di atas bahu. Shift malam merupakan faktor protektif kejadian nyeri bahu. Kata Kunci: Faktor Risiko, Nyeri Bahu, Perawat

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

callosumneurology

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Neuroscience

Description

Callosum Neurology Journal is an official journal managed by The Indonesia Neurological Association XXV Branch of Denpasar. This journal is open access to the rules of peer-reviewed journaling which aims as scientific publications and sources of actual information in the field of neurology and ...