AbstractThe Clean and Healthy Behavior Program (CHBP) is a form of manifestation to increase knowledge, attitudes and behavior in order to be able to implement healthy ways of life in order to improve health. CHBP must start from the household order because a healthy household is an asset for future capital development. This study aimed to look at the problem and find a solution to the problem of the low coverage of CHBP in the working area of the Payakumbuh Health Office . This study was a qualitative study with in-depth interview method. Informants in this study were the Head of Family Health Department, Head of Health Promotion Department, Head of Payakumbuh Health Office, and Head of Padang Karambia Health Center. Data was presented and analyzed using Ishikawa diagrams for analysis of the causes of problems and effectiveness-efficiency methods for problem solving analysis. The results showed that the CHBP target had not been met because there was some problems in 5 aspects: man, money, machine, method, and environment. The priority of solving the problem was training the health promotion officers on effective counseling methods and empowering cadres in the community to conduct CHBP data collection.Keyword: Health Behavior, Cadre, Effectivity-EfficiencyAbstrakProgram Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perwujudan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan cara–cara hidup sehat dalam rangka meningkatkan kesehatan. PHBS harus dimulai dari tatanan rumah tangga karena rumah tangga yang sehat merupakan aset modal pembangunan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat permasalahan dan menemukan pemecahan masalah rendahnya cakupan PHBS di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Keluarga, Kepala Sesi Promosi Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dan Kepala Puskesmas Padang Karambia. Data disajikan dan dianalisis menggunakan diagram ishikawa untuk analisis penyebab masalah dan metode efektivitas-efisiensi untuk analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target PHBS belum terpenuhi terdapat kendala dari segi man (manusia), money (dana), machine (mesin), methode (metode), dan environment (lingkungan). Prioritas pemecahan masalah adalah melakukan pelatihan kepada petugas promkes tentang metode-metode penyuluhan yang efektif dan memberdayakan kader di masyarakat untuk melakukan pendataan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Kader, Efektivitas-Efisiensi
Copyrights © 2020