Articles
Tinjauan Faktor Penyebab Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap Tertunda di RSUD Tarakan
Sonaria Tambunan;
Daniel Happy Putra;
Laela Indawati;
Puteri Fannya
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.977 KB)
|
DOI: 10.59141/comserva.v1i10.134
Kegiatan pembiayaan di RSUD Tarakan didominasi oleh Peserta BPJS Kesehatan, pada pengajuan klaim pasien peserta BPJS Kesehatan masih ditemukan adanya keterlambatan pada pengajuan klaim dampaknya kegiatan operasional rumah sakit akan terhambat yang berhubungan mengenai ketersediaan obat, pengadaan alat medis serta pembayaran insentif kinerja pegawai bisa terhambat. Maksud kajian ini dilaksanakan guna mengetahui faktor klaim tertunda karena dikembalikan oleh BPJS Kesehatan di RSUD Tarakan. Kajian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dipakai adalah berkas klaim yang bersumber dari rawat inap tertunda dengan status sudah dikembalikan oleh BPJS Kesehatan pada bulan Mei-November 2021. Variabel yang dipakai pada kajian adalah jumlah berkas klaim tertunda, alasan faktor pemicu klaim BPJS Kesehatan tertunda tersebut. Hasil kajian ini mendapati sejumlah 532 berkas klaim rawat inap yang dikembalikan. Didapatkan alasan faktor yang tertunda sebab tidak lolos verifikasi administrasi pelayanan dan verifikasi pelayanan kesehatan lainnya. Faktor utama pemicu tidak lolos verifikasi adalah sebab ketidakjelian dari petugas pemberkasan dan adanya perbedaan sudut pandang mengenai kode diagnosa antara RSUD Tarakan dengan BPJS Kesehatan. Hasil kajian ini bisa dijadikan bahan acuan bagi RSUD Tarakan untuk membenahi pelaksanaan sistem pemberkasan klaim pasien BPJS Kesehatan agar meminimalisirkan jumlah berkas klaim yang dikembalikan oleh pihak BPJS Kesehatan.
Tinjauan Lama Waktu Penyediaan Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Klinik Kandungan di RSUD Tebet
Annida Ariyani;
Laela Indawati;
Puteri Fannya;
Nanda Aula Rumana
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.281 KB)
|
DOI: 10.54877/ijhim.v2i1.36
Waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis. Semakin cepat penyediaan dokumen rekam medis sampai ke klinik maka semakin cepat pula pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui waktu penyediaan rekam medis rawat jalan klinik kandungan di RSUD Tebet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan mendapatkan informasi penelitian berdasarkan wawancara dan hasil observasi. Sampel penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan klinik kandungan berjumlah 105 rekam medis, menggunakan teknik pengambilan sampel (Incidental/Convenience Sampling). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui 48 rekam medis (45,71%) telah sesuai dengan Standar Prosedur Operasional ≤15 menit, sedangkan 57 rekam medis (54,28%) belum sesuai Standar Prosedur Operasional >15 menit dengan rata-rata waktu penyediaan rekam medis 15,67 menit. Waktu tercepat adalah 10 menit dan waktu terlama adalah 25 menit. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah petugas rekam medis bagian pelayanan berkas di RSUD Tebet belum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang ada. Faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis kapasitas rak penyimpanan sudah penuh, sering ditemukan rekam medis menempel dengan rekam medis lain, letak ruang penyimpanan yang terpisah menjadi 2, belum dikembalikannya rekam medis rawat inap ke ruang penyimpanan. Sebaiknya petugas rekam medis bagian pelayanan berkas untuk menyediakan rekam medis dengan tepat waktu sesuai Standar Prosedur Operasional yang telah di tetapkan dan perlu mensosialisasikan kembali kepada perawat ruangan rawat inap tentang ketepatan pengembalian rekam medis dalam waktu 1x24 jam sesuai dengan Standar Prosedur Operasional.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Berdasarkan Elemen Penilaian Akreditasi SNARS 1.1 di RSUD Kembangan
Muammar Dzachwani;
Deasy Rosmala Dewi;
Puteri Fannya;
Laela Indawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (164.568 KB)
|
DOI: 10.54877/ijhim.v2i1.37
Ringkasan pulang ( resume atau discharge summary) adalah ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan pasien sebagaimana yang telah diupayakan oleh para tenaga kesehatan dan pihak terkait, lembar resume medis harus ditandatangani oleh dokter penanggung jawab pasien. Kelengkapan resume medis digunakan untuk dasar pembuatan laporan intern dan ekstern rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan pengisian resume medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS 1.1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah observasi, analisis kuantitatif, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Standar Prosedur Operasional pengisian resume medis di RSUD Kembangan Jakarta sudah ada, dimana terdapat 3 prosedur yang belum dijalankan yaitu tidak adanya buku catatan yang mencatat mengenai resume yang belum diisi, melengkapi resume medis dilakukan di ruang rawat inap, belum tersedianya buku catatan yang mencatat resume medis yang belum diisi. Kelengkapan resume medis berdasarkan elemen penilaian akreditasi SNARS 1.1 91,59% dari 90 resume medis dan tidak lengkap 8,41%. Dampak dari ketidaklengkapan resume medis membuat angka review rekam medis menjadi tidak bagus, bagi pasien bpjs klaim menjadi terhambat, membuat proses kelanjutan pengobatan terganggu karna riwayat pengobatan pasien tidak lengkap, tidak lengkap resume juga berpengeraruh terhadap akreditasi rumah sakit. Perlunya disosialisasikan kembali mengenai Standar Operasional Prosedur dan perlu ketegasan dari pihak Direktur rumah sakit agar tingkat kedisiplinan dalam pengisian resume medis dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
TEKNIK TELAAH SOAL UJI KOMPETENSI PEREKAM MEDIS DAN PENGGUNAAN APLIKASI UJIAN ONLINE DI MASA PANDEMI
Nanda Aula Rumana;
Laela Indawati;
Deasy Rosmala Dewi;
Daniel Happy Putra;
Puteri Fannya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1932
Tenaga kesehatan merupakan seseorang yang mengabdikan dirinya pada bidang. Salah satu tenaga kesehatan diantaranya adalah petugas rekam medis dan informasi kesehatan. Seorang perekam medis dan informasi kesehatan harus mempunyai kompetensi yang baik, perekam medis dan informasi kesehatan diharuskan mampu melakukan tugas dalam memberikan pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu tinggi dengan memperlihatkan beberapa kompetensi. Untuk menghadapi uji kompetensi tenaga kesehatan tersebut, selain dari sisi peserta didik harus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih, tenaga dosen juga harus membuat soal yang landasannya berdasarkan format soal uji kompetensi. Maka dari itu, diperlukan telaah soal sebagai upaya institusi pendidikan sehingga setiap dosen mampu menghasilkan soal-soal untuk mencapai kompetensi mata kuliah secara optimal, mempunyai validitas yang tinggi dengan analisis yang dapat diterima secara nasional serta dapat terbentuk bank soal sebagai persiapan uji kompetensi. Pengabdian ini dilaksanakan melalui video conference (via aplikasi zoom) pada 15 Juli 2020 dikarenakan wabah pandemi Covid-19. Selain itu, kegiatan juga disiarkan secara live dalam platform youtube. Output dalam kegiatan ini diharapkan keterampilan dosen setelah diberikan materi tentang teknik telaah soal uji kompetensi perekam medis dan penggunaan aplikasi ujian online meningkat. Sehingga pada masa mendatang dosen tidak mengalami kesalahan pada saat pembuatan soal.
TINJAUAN PERENCANAAN KONVERSI PENJAJARAN REKAM MEDIS KE SISTEM ANGKA AKHIR DI RSUD Dr.H.MARSIDI JUDONO BANGKA BELITUNG
Dewi Sartika;
Lily Widjaya;
Muniroh;
Puteri Fannya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v3i1.3644
Penjajaran merupakan pelaksanaan Rekam Medis di ruang penyimpanan sesuai dengan sistem yang digunakan. Terdapat tiga sistem penomoran rekam medis yaitu Straight Numerical Filing, Middle Digit Filing dan Terminal Digit Filing. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD Dr.H.Marsidi Judono saat ini menggunakan sistem penjajaran angka langsung dan berencana melakukan konversi sistem penjajaran ke sistem angka akhir. Alasan konversi karena sistem penjajaran yang digunakan saat ini masih ditemukan beberapa kekuatan seperti penggunaan rak penyimpanan yang sangat padat serta misfield yang masih sering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur konversi, fasilitas untuk konversi dan tahapan pada saat melakukan konversi sistem penajajran ke sistem angka akhir di RSUD Dr.H.Marsidi Judono. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan motode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian dengan tersedianya perencanaan konversi harapannya unit rekam medis RSUD Dr.H.Marsidi Judono dapat menyediakan SPO konversi sesuai dengan draf, fasilitas yang dibutuhkan dan rincian mengenai tahap perencanaan pelaksanaan konversi sistem penjajaran.
TINJAUAN DUPLIKASI PENOMORAN REKAM MEDIS DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.H.MARSIDI JUDONO BANGKA BELITUNG
Dessy Safutri;
Laela Indawati;
Puteri Fannya;
Nanda Aula Rumana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v3i1.3645
Sistem penomoran dalam pelayanan rekam medis merupakan tata cara penulisan nomor yang diberikan untuk pasien yang datang berobat sebagai identitas pribadi pasien yang bersangkutan. Ada tiga jenis pemberian nomor pasien berdasarkan nomor rekam medis yaitu: pemberian nomor cara seri (Serial Numbering Sistem), pemberian nomor cara unit (Unit Numbering Sitem), dan pemberian nomor secara Seri Unit (Serial-Unit Numbering Sistem). Sistem penomoran rekam medis di RSUD Dr. H. Marsidi Judono ini menggunakan sistem penomoran secara Unit (Unit Numbering System) yang dimana sistem penomoran ini setiap pasien yang berkunjung pertama kali mendapat satu nomor rekam medis dan digunakan selamanya pada kunjugan berikutnya. Akan tetapi masih ditemukannya pasien yang memiliki lebih dari satu nomor rekam medis akibatnya terjadilah duplikasi penomoran. Masalah atau kendala terjadinya Duplikasi yaitu seringnya terjadi human error dan sistem error. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien IGD pada bulan juli tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duplikasi rekam medis yang terjadi sebanyak 18 (1,78%). Penduplikasian rekam medis pasien jika sering terjadi akan berdampak pada isi rekam medis pasien menjadi tidak berkesinambungan dan rak rekam medis akan cepat penuh. Diharapkan pihak rumah sakit lebih memperhatikan dan memberikan arahan kepada petugas pendaftaran supaya lebih teliti lagi pada saat menangani pasien sehingga tidak terjadi lagi penduplikasian rekam medis.
TINJAUAN KETEPATAN KODIFIKASI PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE II PADA JUMLAH PASIEN DALAM MENUNJANG LAPORAN SURVEILANS KESEHATAN RAWAT JALAN DI RS ANNA MEDIKA
Kevin Handynata;
Laela Indawati;
Daniel Happy Putra;
Puteri Fannya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v3i1.3977
Laporan surveilans kesehatan merupakan laporan yang rutin dilakukan oleh rumah sakit guna mengetahui jumlah pasien dengan suatu penyakit yang bersumberkan pada rekam medis tiap pasien dan hasil kodifikasi. Surveilans kesehatan adalah kegiatan pengamatan sistematis dan berkelanjutan terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah kesehatan untuk memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan pengendalian dan penanggulangan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian mengetahui gambaran ketepatan kodefikasi dalam laporan surveilans pasien diabetes mellitus tipe II di RS Anna Medika, dengan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif, menggunakan sampel sebanyak 89 rekam medis pasien rawat jalan dan laporan surveilans bulan Januari tahun 2020. Hasil dan kesimpulan penelitian ketepatan kodifikasi belum 100% tepat, dikarenakan petugas belum melaksanakan sesuai SPO yang berlaku sehingga ketepatan kodifikasi dari 89 sampel didapatkan 0% berdampak pada ketepatan data jumlah pasien diabetes mellitus yang belum tepat pada penggolongan diabetes mellitus pada laporan surveilans. Beberapa faktor hambatan yang ditemukan berdasarkan unsur 5M adalah Petugas koder kurang teliti,, tulisan dokter yang sulit terbaca, petugas masih berpaku pada hafalan dan catatan dan kelengkapan diagnosa dan buku pendukung dalam merefrensi kode belum ada. Saran kepada komite RM diharapkan petugas koder lebih teliti, peningkatan kompetensi dari petugas koder melalui seminar, penambahan petugas koder dan perbaikan kelengkapan kode diagnosa penyakit SIMRS dan ketersedian buku pendukung guna meningkatkan ketepatan kodifikasi.
TINJAUAN TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN LAPORAN BULANAN DATA KESAKITAN (LB1) LITERATURE REVIEW
Khoirunnisa Sabiladina;
Muniroh -;
Puteri Fannya;
Lily Widjaja
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1786
Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) adalah laporan bulanan yang berisikan pendistribusi kasus penyakit menurut kelompok umur serta kasus baru ataupun kasus lama di puskesmas. Dengan adanya data dan informasi yang diperoleh dari laporan bulanan data kesakitan, maka dinas kesehatan dapat melakukan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program yang ada di puskesmas. Data dan informasi di dalam laporan tersebut dapat bernilai apabila dilaksanakan secara tepat dan akurat. Selain itu, data dan informasi tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena keputusan yang tepat waktu tidak akan berguna apabila keputusan tersebut tidak sesuai untuk menangani masalah kesehatan yang sedang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan dengan menggunakan metode literature review. Berdasarkan hasil tinjauan literature review terhadap 4 jurnal terkait pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan didapatkan proses pengumpulan LB1 bersumber dari register kunjungan pasien, buku register pelayanan dalam gedung dan luar gedung dan pelayanan puskesmas berupa berkas rekam medis sedangkan pustu berupa lembar nota pembayaran. Proses pengolahan LB1 dibuat secara komputerisasi dengan menggunakan microsoft excel dan masih terdapat pengolahan secara manual, Proses penyajian LB1 disajikan dalam bentuk tabel secara manual, tabel excel dan grafik excel, Proses pengiriman LB1 dalam bentuk soft copy dan hard copy tetapi masih terdapat puskesmas yang mengalami keterlambatan dalam pengiriman.
ANALISIS KETEPATAN KODE CEDERA DAN KODE EXTERNAL CAUSE PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO TAHUN 2020
Debbie Friscilla Carolina Manalu;
Daniel Happy Putra;
Puteri Fannya;
Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2113
Rekam medis merupakan bagian penting dari seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, oleh sebab itu kualitas rekam medis harus baik dan bermutu. Mutu pelayanan rekam medis membutuhkan seorang perekam medis yang memenuhi standar kompetensi perekam medis, salah satu diantaranya adalah klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit. Pengodean diagnosis penyakit harus dilakukan secara tepat akurat dan lengkap. Kecelakaan lalu lintas merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia. Dalam pengodean kasus kecelakaan lalu lintas harus memuat kode cedera dan kode external cause cedera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketepatan kode pasien cedera dan kode external cause pasien kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Hasil analisis ketepatan kode cedera dan external cause dari 60 rekam medis didapatkan 66% persentase ketepatan kode cedera dan 13% persentase ketepatan kode external cause. Faktor-faktor yang menghambat ketepatan kode adalah dikarenakan beban kerja petugas koding yang tinggi, kurangnya petugas koding, ketidaktelitian petugas dalam pengodean, dokter tidak menuliskan secara lengkap informasi penyebab luar cedera, pengodean mengacu pada sistem BPJS yang tidak menggunakan digit ke-4 dan ke-5 dalam pengodean, ketidaklengkapan pengisian rekam medis, dan SPO yang digunakan masih SPO secara umum.
Gambaran Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Indonesia (Literature Review)
Listania Aisyah Putri;
Puteri Fannya;
Laela Indawati;
Daniel Happy Putra
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2121
Penyimpanan rekam medis merupakan tempat dimana terdapat berkas-berkas yang berisikan catatan yang didalamnya terdapat identitas pasien, pencatatan diagnosa, pengobatan pasien dan tindakan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang bersifat rahasia. Agar formulir rekam medis tetap aman dan terhindar dari debu dan cairan, maka setiap lembar kertas harus dimasukkan ke dalam map atau folder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan rekam medis dan masalah pada sistem penyimpanan rekam medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan sumber jurnal Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literature review terhadap 24 jurnal mengenai sistem penyimpanan rekam medis dapat disimpulkan bahwa terdapat Terdapat 10 jurnal menggunakan sistem sentralisasi, 13 jurnal menggunakan sistem desentralisasi dan 1 jurnal menggunakan wilayah. Terdapat 13 jurnal menggunakan sistem penjajaran Straight Numerical Filing, 9 jurnal menggunakan sistem penjajaran Terminal digit filing dan 1 jurnal Middle Digit Filing. Masalah dalam sistem penyimpanan yaitu petugas yang tidak memakai tracer saat pengambilan rekam medis, data rekam medis yang menjadi tidak berkesinambungan antara rekam medis rawat jalan dan rawat inap, filing yang dilakukan oleh semua petugas, penumpukkan rekam medis, tidak adanya alat pengangkut berkas (trolly), tangga dan tracer. Disarankan kepada kepala rekam medis untuk menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit rekam medis.