Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena didalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan penutur dan petutur tetap terjaga apabila masing- masing peserta tutur senantiasa tidak saling mempermalukan. Pada transaksi jual beli dipasar pastinya akan selalu ada penerimaan maupun penolakan dari pedagang. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan Bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisis dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Bentuk kesantunan bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana.yaitu (1) menggunakan kata nenten/ten, sing, tidak atau padanannya enggak, dan jangan atau punang, (2) menggunakan alasan, (3) menggunakan syarat dan kondisi, (4) menggunakan usul atau pilihan yang bersifat konstruktif karena memberikan alternatif bagi pengajak, (5) dengan memuji barang dagangannya, dan (6) menggunakan isyarat non-verbal seperti gelengan kepala, tersenyum, diam, dan isyarat tangan.7) dengan kata maaf.
Copyrights © 2020