Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Nilai Pendidikan Karakter dalam Pabligbagan Satua Mercondel Karya Sang Made Sarwadana Aryani, Ni Komang
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam pabligbagan Satua Mercondel karya Sang Made Sarwadana. Metode hermeneutik, analisis isi, deskriptif analisis, metode pendekatan sastra yang digunakan dalam penelitian ini metode pendekatan mitopoik dan pendekatan pragmatik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisisdengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Pablibagan Satua Mercondel adalah 12 nilai pendidikan karakter yaitu: (1) nilai religius, (2) nilai jujur, (3) nilai disiplin, (4) nilai kerja keras, (5) nilai kreatif, (6) nilai mandiri, (7) nilai rasa ingin tahu, (8) nilai cinta tanah air, (9) nilai menghargai prestasi, (10) nilai cinta damai, (11) nilai gemar membaca, (12) nilai tanggung jawab.
Kesantunan Bahasa Penolakan pada Transaksi Jual Beli di Pasar Sari Sedana Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Aryani, Ni Komang
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.189

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena didalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan penutur dan petutur tetap terjaga apabila masing- masing peserta tutur senantiasa tidak saling mempermalukan. Pada transaksi jual beli dipasar pastinya akan selalu ada penerimaan maupun penolakan dari pedagang. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan Bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisis dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Bentuk kesantunan bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana.yaitu (1) menggunakan kata nenten/ten, sing, tidak atau padanannya enggak, dan jangan atau punang, (2) menggunakan alasan, (3) menggunakan syarat dan kondisi, (4) menggunakan usul atau pilihan yang bersifat konstruktif karena memberikan alternatif bagi pengajak, (5) dengan memuji barang dagangannya, dan (6) menggunakan isyarat non-verbal seperti gelengan kepala, tersenyum, diam, dan isyarat tangan.7) dengan kata maaf.
DEIKSIS BAHASA BALI DIALEK BUGBUG KECAMATAN KARANGASEM (KAJIAN PRAGMATIK) Aryani, Ni Komang
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i2.2371

Abstract

This research has three objectives, namely to describe the form of the person deixis, the form of the place deixis, and the form of the time deixis in Balinese, Bugbug dialect, Karangasem sub-district. This research is a qualitative descriptive research. The object of this research is the people’s utturance of the Bugbug village community with data and data sources in the form of speech or conversational dialogue that has been transcripted into text. Collecting data using utterances methods of simak bebas libat cakap. The interactive model data analysis is used as the data analysis in this research. The results showed that the deixis aspects contained in the utterances included a personal expression in the form of a single first person deixis, there were 6 forms. The first plural deixis has one form, the second deixis has 7 forms, the third deixis is single, there is one, third persona is plural has one form. Space deixis (place) has 13 forms and Deixis when there are 7 forms
DEIKSIS BAHASA BALI DIALEK BUGBUG KECAMATAN KARANGASEM (KAJIAN PRAGMATIK) Aryani, Ni Komang
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v10i2.2371

Abstract

This research has three objectives, namely to describe the form of the person deixis, the form of the place deixis, and the form of the time deixis in Balinese, Bugbug dialect, Karangasem sub-district. This research is a qualitative descriptive research. The object of this research is the people’s utturance of the Bugbug village community with data and data sources in the form of speech or conversational dialogue that has been transcripted into text. Collecting data using utterances methods of simak bebas libat cakap. The interactive model data analysis is used as the data analysis in this research. The results showed that the deixis aspects contained in the utterances included a personal expression in the form of a single first person deixis, there were 6 forms. The first plural deixis has one form, the second deixis has 7 forms, the third deixis is single, there is one, third persona is plural has one form. Space deixis (place) has 13 forms and Deixis when there are 7 forms
ANALISIS STILISTIKA LAGU BALI YANG BERJUDUL “TUAK ADALAH NYAWA” OLEH MASAKEPUNG BAND Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.537 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.62

Abstract

Sebuah karya sastra tidak akan terlepas dari unsur stilistika, stilistika merupakan studi linguistik yang mengkaji tentang aspek ‘gaya’ atau style di dalam karya sastra dengan menggunakan medium bahasa sebagai media telaahnya. Lagu yang berjudul “Tuak adalah Nyawa” dikategorikan lagu yang populer dikalangan masyarakat terutama dikalangan remaja, hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk mengkaji unsur-unsur stilistika dan amanat yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan teknik kepustakaan sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan penyajian data hasil analisis dari sekumpulan data-data yang dirangkai secara kausalitas di sajikan secara informal, dengan narasi, deskripsi kata-kata, dan ungkapan-ungkapan yang sesuai dengan karakteristik dan jenis penelitian ini yang bersifat kualitatif, deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menemukan unsur-unsur stilistika yang terdapat dalam lirik lagu “Tuak adalah Nyawa”adalah sebagai berikut :1) Fonologi yang mencakup aliterasi (pengulangan bunyi konsonan) dan rima identik (pengulangan kata yang sama), 2) Leksikal lebih banyak menggunakan makna denotatif, 3) Gramatikal meliputi pengacuan (reference), penyulihan (subtitution), pelesapan (ellipsis), 4) Retorika mencakup majas metafora, majas personifikasi , citraan gerak (movement imagery) , citraan visual (penglihatan), citraan pendengaran (auditory imagery) dan repetisi. Amanat atau pesan yang diungkapan dalam lirik lagu “Tuak adalah Nyawa” yaitu :1) Pengarang mengungkapkan secara langsung dalam kutipan lagunya bahwa orang yang suka minum tuak (minuman khas orang Bali), bukanlah perkumpulan orang-orang yang ingin membuat onar atau keributan namun hanya ingin menghibur diri dan sebagai alasan untuk berkumpul dengan teman-temannya, 2) Untuk para remaja maupun kaum muda supaya bisa mengendalikan pikirannya untuk tidak mencoba atau tidak ikut minum tuak karena akan berdampak sangat buruk baik bagi kesehatan fisik maupun mental.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Pabligbagan Satua Mercondel Karya Sang Made Sarwadana Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam pabligbagan Satua Mercondel karya Sang Made Sarwadana. Metode hermeneutik, analisis isi, deskriptif analisis, metode pendekatan sastra yang digunakan dalam penelitian ini metode pendekatan mitopoik dan pendekatan pragmatik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisisdengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Pablibagan Satua Mercondel adalah 12 nilai pendidikan karakter yaitu: (1) nilai religius, (2) nilai jujur, (3) nilai disiplin, (4) nilai kerja keras, (5) nilai kreatif, (6) nilai mandiri, (7) nilai rasa ingin tahu, (8) nilai cinta tanah air, (9) nilai menghargai prestasi, (10) nilai cinta damai, (11) nilai gemar membaca, (12) nilai tanggung jawab.
Kesantunan Bahasa Penolakan pada Transaksi Jual Beli di Pasar Sari Sedana Desa Adat Bugbug Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v11i1.189

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena didalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan. Keharmonisan hubungan penutur dan petutur tetap terjaga apabila masing- masing peserta tutur senantiasa tidak saling mempermalukan. Pada transaksi jual beli dipasar pastinya akan selalu ada penerimaan maupun penolakan dari pedagang. Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan Bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik simak, rekam dan catat dan dianalisis dengan Teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Bentuk kesantunan bahasa penolakan pada transaksi jual beli di pasar Sari Sedana.yaitu (1) menggunakan kata nenten/ten, sing, tidak atau padanannya enggak, dan jangan atau punang, (2) menggunakan alasan, (3) menggunakan syarat dan kondisi, (4) menggunakan usul atau pilihan yang bersifat konstruktif karena memberikan alternatif bagi pengajak, (5) dengan memuji barang dagangannya, dan (6) menggunakan isyarat non-verbal seperti gelengan kepala, tersenyum, diam, dan isyarat tangan.7) dengan kata maaf.
AJARAN SUSILA DALAM SATUA LEAK MASLIKUAN Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i1.299

Abstract

Satua Bali merupakan salah satu jenis kesusastraan Bali yang dalam penyampaiannya menggunakan bahasa lisan dan di dalamnya mengandung nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang luhur seperti misalnya: nilai religius, nilai budaya, nilai etika atau susila, nilai estetika atau seni, serta tattwa atau filsafat. Dulu satua-satua Bali diperdengarkan atau diceritakan para orang tua kepada anak-anaknya untuk memberikan pelajaran sederhana tentang apa yang terkandung dalam satua tersebut. Sejalan dengan kemajuan teknologi pada zaman globalisasi ini, satua Bali dan bahasa Bali yang digunakan sebagai alat komunikasi sudah semakin dilupakan. Perkembangan satua Bali pada zaman sekarang hanya sebatas pada materi pelajaran bahasa daerah Bali yang hanya mendapatkan waktu yang singkat jika dibandingkan dengan pelajaran lainnya yang didapat di sekolah-sekolah formal. Berdasarkan hal tersebut dianggap penting untuk diadakannya penelitian tentang satua. Satua Leak Maslikuan dipilih sebagai objek penelitian karena jalan ceritanya menarik untuk dikaji serta karya sastra ini mengungkapkan aspek-aspek kehidupan sosial yang terdapat dalam masyarakat. Selain itu, dalam karya sastra Satua Leak Maslikuan tersirat nilai-nilai Pendidikan khususnya ajaran susila, yang selama ini masih banyak masyarakat Hindu yang belum memahami betul nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita tersebut. Pada penelitian ini akan membahas tentang ajaran Susila yang terdapat dalam satua Leak Maslikuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mitopik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Ajaran Susila yang terkandung dalam satua Leak Maslikuan adalah 1) Tri Kaya Parisudha yaitu ajaran kayika parisudha dan wacika parisudha 2) Panca Yama Brata yaitu ajaran Asteya, 3) Catur Paramitha yaitu ajaran Maitri, 4) Sad Ripu yaitu krodha , dan 5) Tri Guna yaitu sifat rajas, 6) Sad Atatayi yaitu Atharwa, 7) Sapta Timira yaitu ajaran Dhana.
Pergeseran Kosakata Bahasa Bali Pada Ranah Nelayan Di Kecamatan Karangasem Ni Komang Aryani
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-1 (2019)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk : 1) mengidentifikasi kosakata bahasa Bali yang digunakan pada ranah nelayan di Kecamatan Karangasem; 2) mengetahui bentuk pergeseran kosakata bahasa Bali ranah nelayan di Kecamatan Karangasem. Data diperoleh dari Teknik observasi, wawancara kepada beberapa nelayan yang masih aktif dan bebrapa nelayan yang sudah tidak aktif, dan dokumentasi. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bentuk kosakata Bahasa Bali yang dipakai dalam ranah nelayan ada 2 yaitu : 1) kata benda (ampÝn, bayungan, bau, bÝbaluh, babulu, bÝndera, bumbung, bidak, cÝdik, cungkil, Olah/dayung, dayung kalimat, dolos, grondongan, gandok, garut, jaring, jukung kayu, jukung palong, kancuh, katir/kantih, kerek, lopÝr, plampung, panggiling, pampan, pamikulan, pancÝr, pancing, patiangan, tajog, tapÝl jukung, tasi, tÝbÝng, timah, ris, sÝrang, sÝnÝng, SÝnÝng korog, sumpe). 2) kata kerja (malabuh, mulang jaring, nayung, nikul jukung, ngancun, ngarawe, ngalimun, ngÝlusin, ngÝdÝngin, nyalain, nyilÝm). Bentuk pergeseran kosakata Bahasa Bali pada ranah nelayan yaitu : 1) dayung kalimat sudah tidak terpakai tergantikan oleh penggunaan mesin, 2) gandok sudah tidak ditemukan semenjak penggunaan mesin, 3) tajog sudah tidak digunakan karena perubahan mode perahu yang semakin modern, 4) SÝrang sudah tidak digunakan karena perubahan mode perahu yang semakin modern, 5) AmpÝn tergantikan oleh penggunaan tasi dan jaring, 6) Bidak sudah mulai tergantikan oleh fungsi mesin, 7) Grondongan mulai diganti dengan kayu lainnya yang dianggap berpotensi lebih kuat dan tahan jika digunakan dalam air
Moderasi Beragama: Moderasi Beragama dalam Geguritan Dharma Sunyata Ni Wayan Apriani; Ni Komang Aryani
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.101 KB) | DOI: 10.25078/kalangwan.v12i1.737

Abstract

This study aims to determine the moderating value contained in Geguritan Dharma Sunyata. The data in this study were collected using document study techniques. Furthermore, it is analyzed with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. From the results of data analysis, it was found that the value of religious moderation contained in Geguritan Dharma Sunyata was based on the teachings of Tat Twam Asi and Tri Kaya Parisudha. Tat Twam Asi's teachings are the basis of Hindu ethics in an effort to achieve moral improvement. Tat Twam Asi is a teaching that states the similarities between individuals so that it gives birth to the concept of compassion for all creatures in the world. Religious people should respect and appreciate each other even though they adhere to different religions.