Kegiatan pendidikan dalam situasi pengajaran yang bersifat edukatif, senantiasa merupakan suatu proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi, yakni pendidik sebagai pihak yang mengajar dan peserta didik sebagai pihak yang belajar. Oleh karena itu interaksi yang efektif sangat penting untuk diperhatikan dalam proses pembelajaran. Dalam konsepsi pendidikan Islam, Rasulullah SAW adalah al-Mu’allim al-Awwal (pendidik pertama dan utama), telah menunjukkan keberhasilannya, terbukti mampu menghasilkan sumber daya manusia sehandal dan sekaliber Abu Bakar Siddik, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan lain-lain. Kajian ini berkenaan dengan pola interaksi edukatif Rasulullah SAW dengan sahabat, metode dan prinsip interaksi edukatif Rasulullah SAW dengan sahabat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengemukakan beberapa hadits yang berkenaan, kemudian menganalisisnya dengan kerangka teoritis sebagai upaya untuk menemukan konsep penerapannya dalam pendidikan Islam kontemporer. Dari hasil kajian, pola interaksi Rasulullah SAW dengan sahabat dari segi bentuk komunikasi, terbentuk tiga pola komunikasi yaitu komunikasi satu arah, komunikasi dua arah dan komunikasi multi arah. Apabila ditinjau dari segi strategi pendidikan Rasulullah SAW telah membentuk pola hubungan student centered, yang bersifat instruksional tetapi juga bersifat emosional dan spiritual. Secara keseluruhan dapat dikonseptualisasikan bahwa pola interaksi edukatif Rasulullah SAW dengan sahabat membentuk pola interaksi humanis teosentris.
Copyrights © 2013