Kepemimpinan merupakan proses hubungan manusia yang kompleks dari gejala kebudayaan dalam kehidupan sosial manusia. Kepemimpinan banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor pribadi maupun faktor eksternal atau lingkungan dari luar diri pemimpin. Dalam realita, gaya kepemimpinan (leadership style) senantiasa melekat pada cara-cara seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Dengan kata lain, perilaku seorang pemimpin mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama melahirkan gaya kepemimpinan tersendiri. Gaya kepemimpinan dapat berubah sesuai dengan perubahan situasi. Gaya kepemimpinan akan dipengaruhi oleh pemimpin itu sendiri, para pengikut, dan situasi yang ada pada saat itu dalam organisasinya. Secara umum gaya kepemimpinan dibagi kepada tiga, yaitu Otokratis, Demokratis, dan Kendali Bebas (laissez faire). Persoalan utama yang harus diperhatikan dalam suatu kepemimpinan adalah; 1) bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin, 2) bagaimana pemimpin itu berperilaku, dan 3) apa yang membuat pemimpin itu berhasil. Untuk menjawab persoalan tersebut, maka digunakan beberapa pendekatan yang pada hakikatnya merupakan usaha dalam mencari solusi atau jalan keluar terhadap persoalan utama kepemimpinan. Pendekatan-pendekatan tersebut terdiri atas pendekatan pengaruh kewibawaan (power influensi approach), pendekatan sifat (the trait approach), pendekatan prilaku (the behaior approach), dan pendekatan situasional (situation approach).
Copyrights © 2013