Abstrak: Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Kota Malang, saat ini belum semuanya menerapkan penggunaan sistem tata kelola bengkel yang terstandar pada kegiatan belajar mengajar. Di sisi lain, bagi yang sudah menerapkan model sistem tata kelola bengkel dalam pembelajaran, masih belum didukung dengan kemampuan dan keterampilan guru dalam penerapan di bengkel/laboratorium SMK. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan identifikasi dan analisis tentang tata kelola bengkel yang ada di bengkel/laboratorium di SMK, memberikan pelatihan tentang tata kelola bengkel kepada guru SMK, dan memberikan kemampuan dan keterampilan tentang tata kelola bengkel bagi guru pengampu mata pelajaran bidang produktif. Model kegiatan yang digunakan adalah melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat). Adapun metode pembelajaran yang digunakan adalah melalui: ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Peserta pelatihan adalah guru-guru SMKN 11 Kota Malang yang mengampu mata pelajaran bidang produktif. Materi yang diberikan pada kegiatan ini meliputi: (1) pemahaman tentang Pencahayaan dan penghawaan pada bengkel, (2) penjelasan penataan lay out mesin/peralatan pada bengkel/laboratorium, (3) penjelasan penataan alat-alat pelindung diri (APD), (4) penjelasan tentang bahan-bahan (kimia) berbahaya di bengkel, dan (5) Penjelasan tentang keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel/laboratorium. Hasil analisis setelah pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajemen bengkel/laboratorium bagi para guru SMK, diharapkan kegiatan pembelajaran dibengkel/laboratorium dapat berjalan lebih baik dan dapat meningkatkan prestasi siswa baik dari dimensi pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menghadapi dunia kerja. Kata kunci: pelatihan, guru, tata kelola, bengkel, SMK
Copyrights © 2020