Dalam mengajar, guru cenderung menggunakan bahasa lisan, makadiharapkan selama proses belajar mengajar, guru menguasai keterampilanberbahasa lisan pada waktu menjelaskan pelajaran. Sementara itu, Ellis(1986:166) mengemukakan bahwa bahasa guru (pengajar) atau seringdisebut teacher talk merupakan ragam bahasa yang khusus digunakanoleh guru untuk berinteraksi dengan siswa dalam konteks belajarmengajar. Austin (1962) mengemukakan bahwa mengujarkan sebuahkalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act), disamping memang mengucapkan kalimat tersebut. Ia membedakan tigajenis tindakan yang berkaitan dengan ujaran, yaitu lokusi, ilokusi, danperlokusi. Sementara itu, Searle mengembangkan jenis uturanberdasarkan kategorinya, yaitu (1) tindak tutur representatif (asertif), (2)tindak tutur direktif, (3) tindak tutur ekspresif, (4) tindak tutur komisif, (5)deklaratif . Penelitian ini difokuskan pada fungsi tindak tutur ekspresif. Hasilpenelitian menunjukkan fungsi tuturan ekspresif dalam interaksi kelasbahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Malang dan SMA Tamansiswa, antaralain: 1) Interaksi kelas bahasa Indonesia SMP ditemukan fungsi tindaktutur mengekpresikan salam, rasa humor, dan nasihat dan 2) Interaksikelas bahasa Indonesia SMA ditemukan fungsi tindak tuturmengekspresikan salam, teguran, sindiran, rasa humor, nasihat, dan mencela.
Copyrights © 2017