This paper describes “nutritious” and “poisonous” stories due to developing characters of children to maturity. Thisstudy used pragmatic approach. Data sampling was used by purposive sampling, while the data gathering was used byreading and recording. Analysis was conducted by understanding, interpretation, and meaning, and then presented indescription. The result show that children stories are able to be “nutrition/protein” when they contain personal andeducational values for children, like teaching about patient, struggle, effort, care, obedience, pious, and so on. On thecontrary, the stories are able to be “poison/disease” when they contain vengeance, malice, emotion, tricky, laziness, andso on. AbstrakTulisan ini mendeskripsikan cerita yang “bergizi” dan cerita yang dapat menjadi “racun” bagi usiaperkembangan anak menuju kedewasaannya. Kajian dalam tulisan ini menggunakan pendekatanpragmatik. Sampel data dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan datadengan cara membaca dan mencatat sesuai dengan tujuan pengkajian. Penganalisisan dilakukan denganpemahaman, interpretasi, dan pemaknaan, kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil yangdiperoleh menunjukkan bahwa cerita anak dapat menjadi “gizi/protein” manakala mengandung nilaipersonal dan nilai edukatif bagi anak, misalnya mengajarkan kesabaran, keuletan, kegigihan, kepedulian,kepatuhan, kesalehan, dan sejenisnya. Namun, cerita akan menjadi “racun/penyakit” manakala memuatpenanaman sifat dendam, kedengkian, emosional, kelicikan, kemalasan, dan sejenisnya.
Copyrights © 2017