Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Vol 1, No 4 (2016): Edisi Khusus Juli 2016

BIOAKUMULASI MERKURI PADA HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) DENGAN PERLAKUAN KERANG DARAH (Anadara granosa L.) TERCEMAR MERKURI

Aba, La (Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Sep 2016

Abstract

Merkuri merupakan salah satu logam berat yang banyak ditemukan di perairan sebagai limbah akibat kegiatan industri dan pertambangan.Merkuri memiliki toksisitas dan potensi bioakumulasi yang tinggi dalam organ tubuh khususnya organ target, sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk analisis bioakumulasi merkuri pada hepar, uji SGPT dan SGOT serta pengamatan hepatosit. Dalam penelitian ini digunakan tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan umur 2 bulan dengan  berat rata-rata 200 gr. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok dengan 3 ulangan. Satu kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan dengan variasi interval pemberian. Kelompok kontrol (K) adalah kelompok hewan yang diberi pakan pellet, sedangkan kelompok perlakuan diberi pakan pellet dengan campuran kerang darah tercemar merkuri dengan perbandingan 3 : 1. Variasi pemberian tersebut adalah setiap hari, dua hari sekali dan tiga hari sekali selama 1 bulan. Paramater pengamatan meliputi kadar merkuri hepar, kadar SGPT dan SGOT, serta hepatosit tikus putih. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa kadar merkuri hepar, kadar SGPT dan SGOT dianalisis secara statistika dengan uji one way ANOVA ( = 0,05). Untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain dilakukan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) menggunakan Program SPSS-15. Data kualitatif berupa kondisi hepatosit tikus putih dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan campuran kerang darah tercemar merkuri dapat mengakibatkan bioakumulasi merkuri pada hepar dengan kadar berurutan sebagai berikut PI, setiap hari yaitu 21,37 ppb, disusul P II, setiap dua hari yaitu 17,05 ppb dan P III, setiap tiga hari yaitu 8,25 ppb. Kandungan merkuri pada kelompok kontrol (K), yang hanya diberi pakan pellet tidak terdeteksi pada batas deteksi 0,62 ppb. Kadar SGPT, berturut-turut PI yaitu 59,30 UI/L, disusul P II yaitu 43, 60 UI/L dan P III yaitu 41,30 UI/L. Pada hepatosit perlakuan menyebabkan terjadinya kerusakan.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jpp

Publisher

Subject

Education

Description

The journal is a scientific publication of research articles from the educational sphere, where every issue has a theme as the focus of the ...