Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

BIOAKUMULASI MERKURI PADA HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) DENGAN PERLAKUAN KERANG DARAH (Anadara granosa L.) TERCEMAR MERKURI Aba, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Edisi Khusus Juli 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan salah satu logam berat yang banyak ditemukan di perairan sebagai limbah akibat kegiatan industri dan pertambangan.Merkuri memiliki toksisitas dan potensi bioakumulasi yang tinggi dalam organ tubuh khususnya organ target, sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk analisis bioakumulasi merkuri pada hepar, uji SGPT dan SGOT serta pengamatan hepatosit. Dalam penelitian ini digunakan tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan umur 2 bulan dengan  berat rata-rata 200 gr. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok dengan 3 ulangan. Satu kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan dengan variasi interval pemberian. Kelompok kontrol (K) adalah kelompok hewan yang diberi pakan pellet, sedangkan kelompok perlakuan diberi pakan pellet dengan campuran kerang darah tercemar merkuri dengan perbandingan 3 : 1. Variasi pemberian tersebut adalah setiap hari, dua hari sekali dan tiga hari sekali selama 1 bulan. Paramater pengamatan meliputi kadar merkuri hepar, kadar SGPT dan SGOT, serta hepatosit tikus putih. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa kadar merkuri hepar, kadar SGPT dan SGOT dianalisis secara statistika dengan uji one way ANOVA ( = 0,05). Untuk mengetahui adanya perbedaan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain dilakukan uji Jarak Berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) menggunakan Program SPSS-15. Data kualitatif berupa kondisi hepatosit tikus putih dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan campuran kerang darah tercemar merkuri dapat mengakibatkan bioakumulasi merkuri pada hepar dengan kadar berurutan sebagai berikut PI, setiap hari yaitu 21,37 ppb, disusul P II, setiap dua hari yaitu 17,05 ppb dan P III, setiap tiga hari yaitu 8,25 ppb. Kandungan merkuri pada kelompok kontrol (K), yang hanya diberi pakan pellet tidak terdeteksi pada batas deteksi 0,62 ppb. Kadar SGPT, berturut-turut PI yaitu 59,30 UI/L, disusul P II yaitu 43, 60 UI/L dan P III yaitu 41,30 UI/L. Pada hepatosit perlakuan menyebabkan terjadinya kerusakan.
STRUKTUR ANATOMIS VALVULA INTESTINALIS PARI GITAR (Rhinobatos typus) Kusrini Kusrini; La Aba
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.664 KB) | DOI: 10.25273/florea.v6i1.4366

Abstract

Rhinobatos typus is included in Elasmobranchii Subclasses which has a unique intestine structure on internal part forms folds called valvula intestinalis as extension surface of food absorption. The uniqueness is influenced by habitat differences and food types. Ray’s habitat is in all waters, one of them is in waters Wakatobi Island. The aims of this research to determine Rhinobatos typus anatomical structure variations of valvula intestinalis were decided by observing intestine internal folds variations. Microanatomy structures were performed by making histological preparations using paraffin method, NBF (netral buffer formalin) solution fixation with Hematoxilin-Eosin (HE) staining. The result of the research indicated microanatomis structures of Rhinobatos typus has valvula intestinalis in spiral-shaped. Microanatomic structures of both internals valvula intestinalis from outside to inside consists of mucosa, submucosa, and muscularis.
The Ability of Ferns to Accumulate Heavy Metals (Hg, Pb And Cd) In The Waters of The Gorontalo River muhamad iksan; La Aba Aba; Kusrini Kusrini
International Journal of Applied Biology Vol. 3 No. 1 (2019): International Journal of Applied Biology
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijab.v3i1.5930

Abstract

Sustainable  development  can be caused by more human’s activity. This activity, it will have an impact on the surrounding  environment  which  can  disrupt  the  stability  of  the  ecosystem,  one  of  which  is  the  river  water ecosystem.  The  research  aims  to  determine  the  ability  of  ferns  in  accumulating  heavy  metals  so  that  they  can  be  used  as  indicators  of  the  depletion  of  river  waters  ecosystem  environments  and  can  be  used  as  fitoremediant areas  of  waters  which  accumulate  heavy  metals.  This  research   is  descriptive  quantitative.  Retrieval  of  initial  data or  sample  in  this  study  used  survey  methods  and  random  sampling  techniques,  testing  samples by  using   the Ranger  X-ray  Flourenciece  (XRF)  method.  Based  on  the  results  of  the  study  that, ferns  can  accumulate  heavy metals,  the  parts  that  accumulate  are  located  below  the  root  surface  and  above  the  soil  surface,  namely stems and  leaves.  In  the  roots  have  more  amount  in  accumulating  heavy  metals  than  in  the  stem  and  leaves, this  is because  the  metal  is  indicated  on  the  soil.  From  these  results,  it  can  be  concluded  that  ferns  can  be used as water  purification  plants  in  river  ecosystems  that  are  indicated  by  heavy  metals.
Inventarisasi Jenis Teripang (Holothuroidea) pada Zona Intertidal di Perairan Pulau Ottouwe Wakatobi La Aba; Rusliadi Rusliadi
SAINTIFIK Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.561 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v6i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis teripang (Holothuroidea) pada zona intertidal di Perairan Pulau Ottouwe Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara. Daerah yang menjadi tempat penelitian ini yaitu di Perairan Pulau Ottouwe Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini memiliki tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pengambilan sampel, dan tahapan identifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di zona intertidal Pulau Ottouwe maka dapat disimpulkan bahwa pada lokasi tersebut ditemukan 12 spsies dari 60 spesies yang ada di Indonesia. Teripang tersebut dari 1 famili yang terdapat pada titik pengamatan (garis transek) yaitu Holothuroidea yaitu Holothuria scabra , Holothuria atra, Holothuria fuscocinerea, Holothuria leucospilota, Holothuria pervicax, Holothuria sp.1, Holothuria sp.2, Holothuria sp.3, Holothuria sp.4, Holothuria sp.5, Bohadschia marmorata, bohadschia argus.
GERAKAN SERIBU MASKER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 La Aba; S. Hafidhawatii Andarias; Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; WD. Syarni Tala; Rosita Rosita; Fahrul Fahrul; Hasdiana HS; Muhammad Syarif Hidayatullah
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.721 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i3.3812

Abstract

Penyebaran Covid-19 melalui droplet yang dihasilkan saat berbicara, batuk, atau bersin dapat dicegah dengan penggunaan masker yang dimaksudkan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Penggunaan masker kain dianjurkan untuk mengatasi kelangkaan masker khususnya masker medis. Pembagian dan pemakaian masker dengan benar merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan masker di mana pada saat itu masker masih tergolong mahal dan sulit didapatkan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pembuatan, pembagian dan sosialiasi penggunaan masker. Pembuatan dan pembagian masker dilakukan oleh relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Pendidikan Biologi UM Buton. Pembagian masker dilakukan dengan mendatangi dan membagikan 1000 masker secara langsung kepada masyarakat di beberapa titik di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yaitu di Kelurahan Lipu, pusat perbelanjaan La Elangi, Palatiga, dan Karya baru Kecamatan Sorawolio sekaligus melakukan sosialisasi mengenai cara pemakaian masker yang baik dan benar.
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI (VCO) DENGAN CARA FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI KELURAHAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH La Aba; Hardin Hardin; Indah Kusuma Dewi; Yanti Yanti; Safrina Safrina; Wa Ode Hasdiana HS; Mita Andriani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.813 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i3.3873

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan tanaman kelapa terbesar di dunia dengan luas areal 3,88 juta hektar. Daging buah kelapa utamanya diolah sebagai minyak kelapa kasar, virgin Coconut Oil (VCO), dan gula kelapa. Minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu produk olahan dari buah kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah buah kelapa menjadi minyak kelapa murni (VCO) secara fermentasi menggunakan ragi roti dan untuk mengembangkan peluang wirausaha bagi ibu-ibu di Kelurahan Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi, cara pembuatan minyak secara fermentasi, analisis peluang usaha, pelatihan pembuatan VCO secara fermentasi dan proses pengemasan. Pelatihan pembuatan minyak kelapa murni (VCO) secara fermentasi berhasil dengan baik dan menghasilkan VCO yang memiliki warna bening seperti air dengan bau khas kelapa segar.
KEANEKARAGAMAN JENIS BINTANG LAUT (Asteroidea) DI ZONA INTERTIDAL PANTAI WADEABERO KECAMATAN GU KABUPATEN BUTON TENGAH La Aba; Yesni Astuti ZD
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 3 No 1 (2019): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.628 KB)

Abstract

Perairan Indonesia diperkirakan terdapat 64 jenis bintang laut yang banyak ditemukan pada substrat berpasir, daerah padang lamun, dan daerah berkarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui indeks keanekaragaman, kelimpahan, dan dominansi bintang laut (Asteroidea) di zona intertidal Pantai Wadeabero Kecamatan GU Kabupaten Buton Tengah. Pengumpulan data menggunakan metode line transek. Pengambilan sampel dilakukan di dua stasiun, stasiun I (substrat berpasir, berlamun dan berkarang), stasiun II (substrat berlamun dan berkarang). Masing-masing stasiun terdapat tiga garis transek, setiap garis transek terdapat empat plot. Berdasarkan hasil penelitian ada 7 (tujuh) jenis bintang laut yang ditemukan yaitu Archaster typicus, Protoreaster nodusus, Protoreaster spinosus, Protoreaster multispinus, Pentaster obtusatus, Linckia laevigata, dan Linckia multifora. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman jenis diperoleh H’ 2, berkategori sedang. Indeks kelimpahan berkisar antara 0,016-0,063 ind/m2, jenis yang paling melimpah Protoreaster nodusus dan yang paling sedikit ditemukan Linckia multifora. Indeks dominansi diperoleh nilai ID 0,178, berkategori rendah. Data fisika kimia perairan diperoleh nilai suhu pada stasiun I mulai dari 28-29 oC dan stasiun II mulai dari 28-30 oC. Nilai pH air laut stasiun I8,14-8,16 dan stasiun II 8,21-8,23.
KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI ZONA INTERTIDAL PANTAI KALIMA-LIMA KELURAHAN KOLESE KECAMATAN LEA-LEA KOTA BAUBAU La Aba; Safrina Safrina
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 4 No 1 (2020): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.401 KB)

Abstract

Gastropoda adalah kelas terbesar yang berasal dari filum Moluska, dari 80.000 spesies anggota kelas gastropoda, sekitar 1.500 spesies terdapat di Indonesia dan sekitarnya. Gastropoda berasal dari kata gastro: perut; poda: kaki yang berarti hewan ini berjalan dengan menggunakan otot bagian ventral (perut) sehingga dinamakan hewan berkaki perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks keanekaragaman, kemelimpadan dan dominansi jenis gastropoda yang terdapat di zona intertidal Pantai Kalima-lima Kelurahan Kolese pada berbagai tipe substrat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu menempatkan plot secara acak dengan ukuran 1x1 m² pada 3 stasiun pengamatan. Hasil penelitian diperoleh 15 family dan 23 spesies yaitu Strombus plicatus, Strombus mutabilis, Conomurex luhuanus, Canarium labiatum, Canarium mutabile, Trochus erithreus, Gibbula declivis, Trochus maculatus, Chicoreus adustus, Orania mixta, Terebralia sulcata, Terebralia palustris, Cypraea annulus, Planaxis sulcatus, Nerita planospira, Melanella algoensis, Seila bandorensis, Littorina intermedia, Polinices tumidus, Triphora perversa, Cerithium cobelthi, Tibia insulaechorab, dan Conus marmoreus. Indeks keanekaragaman gastropoda (H’) yaitu 2.393582737 nilai ini tergolong dalam kategori sedang. Indeks kelimpahan tertinggi pada spesies Orania mixta yaitu sebesar 0.73 Ind/m². sedangkan Indeks dominansi (ID) sebesar 0,093229654 tergolong dalam kategori rendah. Kondisi parameter lingkungan yang diukur yaitu pH sebesar 7 dan suhu sebesar 30°C serta memiliki tipe substrat pasir, lumpur, dan batu. Kata Kunci: Gastropoda, keanekaragaman. kelimpahan, dominansi.
SOSIALISASI DAN PENANAMAN MANGROVE DI SULAWESI TENGGARA S. Hafidhawati Andarias; La Aba; Fahmil Ikhsan Taharu; Jumiati Jumiati; Yanti Yanti; Asraf Tamsara Badaraf; Mila Hartati; Jamaludin Jamaludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15880

Abstract

Abstrak: Mangrove atau hutan bakau sangat penting dalam hal ekologi dan keanekaragaman hayati dengan manfaat seperti perlindungan garis pantai, tempat pembibitan biota laut, serta menangkap dan menyimpan karbon. Hutan bakau dapat hilang akibat gangguan antropogenik dan variasi lingkungan. Upaya rehabilitasi hutan bakau dapat mengembalikan berbagai fungsinya terutama bagi wilayah pesisir. Di Desa One Waara, pemukiman warganya memanjang di sepanjang garis pantai dengan kondisi tanaman bakau yang kurang terawat bahkan terdapat lokasi yang hampir tidak ditemukan bakau di pesisir pantainya. Hal ini tentu sangat mengkawatirkan karena ketiaadaan fungsi hutan bakau bagi daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya peranan mangrove sehingga dapat berpartisipasi dalam penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaannya. Kegiatan ini melibatkan 34 mahasiswa dan dosen program studi pendidikan biologi, 15 mahasiswa KKA UM. Buton serta 43 orang warga Desa One Waara sebagai mitra. Pelaksanaannya meliputi: sosialisasi, penanaman, pemeliharaan mangrove, dan evaluasi secara lisan dan tulisan melalui wawancara dan kuesioner. Evalusi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dari 74% menjadi 87,4%. Wujud kesadaran dan kepedulian masyarakat terlihat dari partisipasinya dalam kegiatan ini.Abstract: Mangroves are important for ecology and biodiversity, with benefits such as shoreline protection, marine life nursery, and carbon capture and storage. Mangrove forests can be lost due to anthropogenic disturbances and environmental variations. Mangrove forest rehabilitation efforts can restore its various functions, especially in coastal areas. In One Waara Village, settlements extend along the coastline with less well-maintained mangroves, and there are even locations where there are almost no mangroves on the coastline. This is certainly very concerning because of the absence of mangrove forest functions in the area. The purpose of this activity is to raise public awareness about the important role of mangroves so that they can participate in planting, maintaining, and managing them. This activity involved 34 students and lecturers of the biology education study programme, 15 Community Service Program of UM. Buton, and 43 villagers of One Waara village community as partners. The implementation includes socialisation, planting, mangrove maintenance, and verbal dan written evaluation through interviews and questionnaires. The evaluation showed an increase in community understanding from 74% to 87.4%. Community awareness and concern can be seen from their participation in this activity.
Sosialisasi Dampak Pencemaran Sampah Plastik Terhadap Biota Laut Pada Masyarakat Desa Banabungi Buton Selatan La Aba; Didin Adri; Muhammad Iksan; Dyah Pramesthy I.A.; Yanti Yanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7962

Abstract

Sampah plastik merupakan masalah besar, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Pencemaran sampah plastik tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Namun dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya bagi biota laut. Mikroplastik yang tertelan oleh biota laut dapat menyebabkan gangguan metabolisme, iritasi sistem pencernaan bahkan menyebabkan kematian. Kandungan mikroplastik yang terakumulasi pada organisme laut dapat berpindah ke tubuh manusia melalui rantai makanan. Sampah plastik diyakini menjadi penyebab penyakit terumbu karang. Upaya pencegahan pencemaran sampah plastik harus dilakukan secara holistik dan melibatkan pastisipasi masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah sosialisasi mengenai dampak pencemaran sampah plastik terhadap biota laut dan kesehatan manusia kepada masyarakat pesisir. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik, sehingga dapat meningkatkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan pencemaran sampah plastik dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan 17 orang mahasiswa dan dosen program studi pendidikan biologi, 15 orang mahasiswa peserta KKA dan diikuti oleh 37 orang warga desa Banabungi sebagai mitra. Kegiatan ini meliputi koordinasi, sosialisasi, aksi pengumpulan dan reduksi sampah dan evaluasi melalui quisioner. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman masyarakat meningkat sebesar 15,2%. Keberhasilan kegiatan juga terlihat pada partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan