Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA 3 SMAN 6 Semarang. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi pra siklus menunjukkan data sebagai berikut, 1) kemampuan interpretasi 25,71%, 2) kemampuan analisis 46,43%, 3) kemampuan evaluasi 42,86%, 4) kemampuan menyimpulkan 39,29%, 5) kemampuan menjelaskan 27,86%, dan 6) kemampuan pengaturan diri 75,71%. Pembelajaran inovatif belum dapat berjalan maksimal karena masih ditemukan permasalahan-permasalahan di kelas, meliputi hasil belajar rendah dan peserta didik kurang dapat mengkomunikasikan ide-idenya dengan baik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode triangulasi untuk validasi data. Hasil penerapan model pembelajaran Guided Inquiry dipadu e-bio worksheet menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan data sebagai berikut, 1) kemampuan interpretasi 85%, 2) kemampuan analisis 96,43%, 3) kemampuan evaluasi 92,86%, 4) kemampuan menyimpulkan 85,71%, 5) kemampuan menjelaskan 76,43%, dan 6) kemampuan pengaturan diri 71,43%. Selain itu, peserta didik juga bertanya dan menjawab pertanyaan guru dengan persentase 70%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Guided Inquiry dipadu e-bio worksheet mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Copyrights © 2020