Berdasar latar belakang pada pengamatan di kelas VII-G selama pembelajaran PKn. Ditemukan bahwa siswa memiliki motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas VII-G SMP Negeri 40 Bandung dengan Model pembelajaran probing–prompting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMPN 40 Bandung dengan partisipan penelitian guru dan siswa kelas VII-G SMPN 40 Bandung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi kepustakaan, catatan lapangan dengan teknik pengolahan/analisis data menggunakan teknik data triangulasi yakni reduksi data, penyajian data, conclusion/verifikasi (kesimpulan). Hasil yang diperoleh dari penelitian dengan model probing-prompting selama tiga pertemuan/siklus menunjukkan peningkatan pada kemampuan berpikir kritis siswa, siklus 1 24,2% “kurangâ€, siklus II 34,9% “kurang†dan siklus III 60,8% “cukupâ€. Model Probing-Prompting tidak hanya untuk meningkatkan berpikir kritis siswa tetapi membantu siswa untuk meluaskan semua pertanyaan, menjabarkan pengetahuan yang baru, mampu membantu memotivasi belajar lebih baik.
Copyrights © 2020