Pemerintah mencanangkan pendidikan inklusif sesuai Permendiknas Nomor 70 tahun 2009. Siswa penyandang disabilitas dapat belajar di sekolah umum. Pendidikan inklusif menghadapi tantangan diantaranya kompetensi guru, sumber kurikulum yang kurang dan orang tua yang kurang puas, sehingga pendidikan inklusif berkembang sesuai dengan gaya dan kemampuan masing-masing lembaga. Ada yang lebih berfokus pada peningkatan skill kerja siswa penyandang disabilitas, ada juga yang meningkatkan kemampuan akademik sesuai kebutuhan mereka. Tulisan ini memaparkan pengembangan suatu inovasi pembelajaran inklusif alternatif yang berbasis passion siswa penyandang disabilitas di SMA. Sistem pendidikan yang dikembangkan ini fleksibel mengikuti bakat dan minat siswa dengan nama model pembelajaran Sekolah Peduli Anak Hebat (SPAH). SPAH memiliki lima model pembelajaran yakni Religious-Emotional-Social-Health- Supporting (RESHES); Sport-Art-Entrepreneur (SAE); Career Class (CC); Fun Academic (FA); dan Parent Society (PS) yang 50% berfokus pada peningkatan potensi hati dan 30% potensi fisik dan 20% potensi akal pada pengembangan bakat-minat, karakter dan akademik anak hebat.
Copyrights © 2018