Permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan gerak dasar lompat jauh dapat diidentifikasi sebagai berikut: Sampai sejauh mana penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh?. Penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah melalui peralatan pembelajaran yang dimodifikasi dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh pada siswa kelas IV SDN Karanganyar 03? Sesuai dengan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian tindakan ini adalah: Untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh siswa kelas IV SDN Karanganyar 03 melalui peralatan pembelajaran yang dimodifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yaitu sebanyak 21 siswa. Peneliti mengambil sampel karena menurut peneliti permasalahan yang ada di dalam kelas dapat dipecahkan walau hanya dengan menggunakan sebagian siswa. Karena rata-rata kemampuan siswa terhadap lompat jauh sama. keterampilan gerak dasar lompat jauh dengan indikator awalan, tolakan, melayang dan mendarat mengalami peningkatan, hanya untuk aspek melayang merupakan aspek yang terkecil yaitu 26%, peningkatannya hanya 1%. Untuk itu pada pertemuan selanjutnya aspek melayang ini akan menjadi fokus utama penelitian ini, tetapi tidak meninggalkan aspek gerak dasar lompat jauh yang lain pun masih harus ditingkatkan karena belum mencapai target yang diharapkan seperti awalan 28,5%, tolakan 28,5%, mendarat 30%. Secara keseluruhan keterampilan gerak dasar lompat jauh yang paling menonjol penigkatannya terjadi pada siklus 1 pertemuan 1 ke siklus 1 pertemuan 2, rerata keseluruhan pada siklus 1 pertemuan 1 yaitu 28,25% dan terjadi peningkatan pada siklus 1 pertemuan 2 menjasi 49% terjadi peningkatan sebesar 20,75%. Peningkatan ini terjadi karena pengurangan waktu untuk pemanasan dan lebih ditambahkan pada kegiatan inti jadi kesempatan siswa untuk bergerak menjadi lebih banyak, kemudian dikarenakan penambahan jumlah peralatan yang digunakan dalam pembelajaran dan lebih memperbanyak penyusunan formasi peralatan pembelajaran. Hasil pembelajaran secara keseluruhan dari mulai pra-observasi 25% mengalami peningkatan pada siklus 1 menjai 49% dan mengalami peningkatan kembali menjadi 80% pada tahap siklus 2, dan penelitian dihentikan karena target nilai yang ingin dicapai yaitu 75% sudah tercapai.
Copyrights © 2014