Proses pendidikan tidak lain merupakan usaha sadar yang ditujukkan kepada peserta didik agar mencapai tujuan yakni menanamkan rasa tanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. Tentu prosesnya memerlukan keberpihakan seluruh komponen masyarakat atau bangsa sehingga pada galibnya, pembangunan dunia pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, seluruh lapisan masyarakat. Secara teknis, proses pendidikan di kelas acapkali terlalu sempit dipahami hanya sekedar transformasi ilmu pengetauan belaka. Padahal semestinya peserta didik perlu dibantu menjadi manusia dewasa yang memahami makna dirinya dalam kontkes ilmu pengetahuan yang dipelajarinya sembari membangun sikap, mental dan karakter sesuai kepribadian bangsa, serta tumbuhnya pribadi religius. Karena itulah kemampuan guru menguasai materi ajar di satu sisi, dan di sisi lain menjadi sumber pengembangan manusia terdidik merupakan tuntutan yang semakin nyata. Pembelajaran yang berbasis penelitian dengan sasaran tiga ranah, kognitif (capaian pengetahuan), afektif/konatif (pengembangan sikap mintal, karakter) dan psikomotor telah disajikan secara komprehensif oleh sejumlah penelitian dalam jurnal PTK Dinamika vol 06 no 1 Januari 2016. Penelitian- penelitian tindakan yang telah dilakukan menjadi inspirasi bagi guru dalam melayani peserta didik sesuai kebutuhan secara optimal. Penelitian yang menghasilkan dan membuktikan bahwa penerapan model inovatif secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dan membangun sikap belajar yang produktif dilakukan antara lain oleh Lisfiyani dkk, Sri Widati, Jumadi, Riharno, Setiyanto. Keempat penelitian tersebut memberikan pemahaman bahwa siswa menjadi pusat yang sangat penting (student centered). Ini artinya, keberadaan guru dalam pembelajaran perlu memposisikan diri sebaik-baiknya agar tidak terjebak mendominasi secara akut. Di lain pihak, inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh Slamet, Sudarsono, Sunarto, Sutarmiyati mengangkat temuan yang cukup penting yaitu bahwa interaksi guru dan siswa yang dibangun dengan prinsip-prinsip pendidikan yang humanistik cukup berdampak positif dalam membangun proses pembelajaran. Sementara itu penelitian yang dilakukan dengan sasaran kinerja guru sebagaimana diteliti oleh Eddy Sukamto, Abu Khaer, Sriwati mengangkat isyu pentingnya pembinaan, supervisi dan fasilitasi bagi guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofesionalannya agar dapat mencapai kinerja yang optimal dan terukur. Karena itu, peran kepala sekolah, pengawas dan stake holder lainnya sangat sentral. Semoga dengan sajian dalam jurnal ini bisa menambah khasanah teori-teori pembelajaran yang berakar pada budaya Indonesia. Kita yakini bahwa kultur, adat istiadat dan cara pandang bangsa yang diinternalisasikan dalam proses pembelajaran bisa menjadi alternatif solusi mengententaskan persoalan terkikisnya jati diri bangsa. Akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Pemurah kita memohon, semoga upaya meningkatkan kualitas pendidikan mendapatkan ridhaNya, sehingga pendidikan bisa menjadi sarana yang efektif mengantarkan sumber daya manusia Indonesia yang tangguh menghadapi pusaran arus global.
Copyrights © 2016