Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kepala madrasah dalam penyusunan program supervisi disebabkan ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang tata cara dan penyusunan program supervisi yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kepala madrasah dalam penyusunan program supervisi. Subyek penelitian ini adalah 23 orang kepala Madrasah Tsanawiyah di wilayah binaan peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil penelitian dari kondisi awal, siklus I hingga siklus II telah terjadi peningkatan kemampuan kepala madrasah dalam penyusunan program supervise. Hasil observasi dan penilaian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kepala madrasah secara signifikan setelah dilaksanakan kegiatan pembinaan berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil yang diperoleh dari pra siklus sebanyak 23 kepala madrasah yang mampu menyusun program supervisi dengan baik hanya 4 kepala atau 17,39% dengan rata-rata penilaian 50,57, meningkat menjadi 9 kepala madrasah atau 67,50% pada siklus 1, dengan hasil rata-rata nilai sebesar 62,50 serta meningkat menjadi 23 kepala madrasah atau 100% pada siklus 2 dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 88,30. Kesimpulannya penelitian ini adalah pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pengawas terhadap 23 orang kepala madrasah di wilayah binaan dinyatakan berhasil yaitu kepala madrasah mampu menyusun program supervisi.
Copyrights © 2019