Tasawuf merupakan istilah yang cukup termasyhur dalam dunia Islam. Meskipun sebagai disiplin ilmu baru dikenal sekitar abad ke 2 H, namun sebenarnya tasawuf itu lahir bersama dengan kelahiran Islam itu sendiri. Perintah tentang tasawuf yang merupakan aspek bathin dari Islam terangkum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Dalam hadis tersebut dikemukakan dimensi Iman yang terkait dengan Aqidah, Islam (aspek ibadah lahiriyah) dan Ihsan (aspek bathin Islam). Dari aspek bathin Islam (Ihsan) tersebut, maka muncullah tasawuf. Sebagai ilmu keislaman, ilmu tasawuf juga dikembangkan dari nilai-nilai yang ada dalam Islam, baik dari ajaran Alquran Sunnah maupun praktek kehidupan Nabi dan riwayat-riwayat pengalaman para sahabatnya, begitu juga ummat sebelum Islam, namun argumentasi sufistik ummat Islam tidak diambil sama sekali dari argumentasi mereka. Sayyid Husain Nasr menjelaskan bahwa meskipun sebahagian bentuk tasawuf disandarkan pada pemikiran filsafat dan alirannya, namun sebenarnya hakekat tasawuf, akidah-akidahnya, dan metode-metodenya yang asasi tetap dikembalikan kepada sumber wahyu yang terikat dengan ikatan yang teguh dengan ruh Islam secara formalitas, sebagaimana kedudukannya yang terdapat dalam Alquran yang memandang penjasadan paling sempurna bagi tasawuf.Kata kunci: Tasauf, Pespektif Historis
Copyrights © 2018