Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tasawuf Dalam Perspektif Historis Listiawati Susanti
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.244 KB) | DOI: 10.24014/0.877283

Abstract

Tasawuf merupakan istilah yang cukup termasyhur dalam dunia Islam. Meskipun sebagai disiplin ilmu baru dikenal sekitar abad ke 2 H, namun sebenarnya tasawuf itu lahir bersama dengan kelahiran Islam itu sendiri. Perintah tentang tasawuf yang merupakan aspek bathin dari Islam terangkum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Dalam hadis tersebut  dikemukakan dimensi Iman yang terkait dengan Aqidah, Islam (aspek ibadah lahiriyah) dan Ihsan (aspek bathin Islam). Dari aspek bathin Islam (Ihsan) tersebut, maka  muncullah tasawuf. Sebagai ilmu  keislaman, ilmu  tasawuf juga dikembangkan dari nilai-nilai yang ada dalam Islam, baik dari ajaran Alquran Sunnah maupun praktek kehidupan Nabi dan riwayat-riwayat pengalaman para sahabatnya, begitu juga ummat sebelum Islam, namun argumentasi sufistik ummat Islam tidak diambil sama sekali dari argumentasi mereka. Sayyid Husain Nasr menjelaskan bahwa meskipun sebahagian bentuk tasawuf disandarkan pada pemikiran filsafat dan alirannya, namun sebenarnya hakekat tasawuf, akidah-akidahnya, dan metode-metodenya yang asasi tetap dikembalikan kepada sumber wahyu yang terikat dengan ikatan yang teguh dengan ruh Islam secara formalitas, sebagaimana kedudukannya yang terdapat dalam Alquran yang memandang penjasadan paling sempurna bagi tasawuf.Kata kunci: Tasauf, Pespektif  Historis
EFEKTIVITAS MEDIA E-GOVERNMENT DALAM MENDUKUNG TRANSPARANSI INFORMASI DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI RIAU Zulfahmi Zulfahmi; Muhammad Badri; Listiawati Susanti
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.312 KB) | DOI: 10.24014/jrmdk.v1i1.6885

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mengetahui efektivitas media e-government dalam mendukung transparansi informasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memberi gambaran tentang bagaimana efektifitas media e-government dalam mendukung transparansi informasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Informan terdiri atas empat orang pejabat dan staf bagian Humas dan dua orang masyarakat yang mengakses informasi. Artikel ini menemukan website www.riau.kemenag.go.id sebagai media e-government sangat efektif dan efisien dalam mendukung transparansi informasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Hal ini dapat dilihat dari kemudahan-kemudahan yang diberikan melalui fasilitas-fasilitas website tersebut yang memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi dengan sangat cepat, murah, dan transparan, serta dapat dilihat dari umpan baliknya yang positif. Dengan transparansi informasi melalui media website tersebut maka informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, kalangan bisnis, instansi/ lembaga dan para pegawai tentang Kementerian Agama Provinsi Riau dapat diakses dengan mudah dan tidak perlu menunggu berhari-hari. Faktor penghambat penggunaan website sebagai media e-government dalam mendukung transparansi informasi hanya terletak pada SDM dan jaringan internet. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu tersedianya jaringan internet serta sarana dan prasarana yang memadai.
Bimbingan rohani islam dan kajian al-qur’an di majelis taklim perumahan Listiawati Susanti; Rosmita Rosmita; M. Fahli Zatrahadi
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991650

Abstract

Perkembangan globalisasi yang ditandai oleh arus informasi yang cepat serta kecenderungan gaya hidup materialistik berpotensi memengaruhi dimensi spiritual masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya upaya pembinaan keagamaan yang mampu memperkuat pemahaman dan penghayatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan rohani Islam dan kajian Al-Qur’an serta kontribusinya terhadap penguatan spiritualitas jamaah di Majelis Taklim Perumahan Gria Pinaringan Asri, Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain partisipatoris yang menempatkan jamaah sebagai subjek aktif dalam proses pembinaan spiritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dialog partisipatif, dan dokumentasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap identifikasi kondisi spiritual jamaah, pelaksanaan bimbingan rohani Islam dan kajian Al-Qur’an secara terstruktur, serta evaluasi reflektif terhadap proses kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bimbingan rohani Islam dan kajian Al-Qur’an mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran spiritual jamaah. Integrasi kajian Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta kitab-kitab klasik seperti Durratun Nasihin dan Ihya’ Ulumuddin membantu jamaah memahami nilai-nilai spiritual secara lebih kontekstual dan reflektif. Keterlibatan aktif jamaah dalam kegiatan juga mendorong internalisasi nilai akhlak, ibadah, dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, majelis taklim memiliki peran strategis sebagai ruang pembinaan spiritual masyarakat, dan kegiatan bimbingan rohani Islam berbasis kajian Al-Qur’an dapat menjadi model pembinaan keagamaan yang relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
A comparative study: an analysis of the role of local radio in conveying spiritual and cultural values Darmawati Darmawati; Fathimah Adelia Putri; M. Fahli Zatrahadi; Reizki Maharani; Listiawati Susanti
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036617000

Abstract

Despite the continued relevance of radio in Indonesia, existing studies tend to examine religious broadcasting, cultural preservation, or audience engagement separately, leaving limited understanding of how da‘wah and entertainment radio comparatively respond to audience needs for spiritual meaning and cultural identity. Addressing this gap, this study analyses and compares the roles of da‘wah-oriented and entertainment-oriented radio in conveying cultural and spiritual values in the Malay Riau context, focusing on Pekanbaru and Bangkinang. Grounded in Uses and Gratifications Theory, the study views audiences and broadcasters as active agents negotiating media use to fulfil spiritual, social, and cultural needs. Employing a qualitative phenomenological design, data were collected through interviews, participant observation, and documentation at four local radio stations, involving eight purposively selected informants, and analysed using NVivo 12. The findings show that da‘wah radio primarily fulfils cognitive and spiritual gratifications through Islamic programmes, while entertainment radio addresses social and affective gratifications by reinforcing Malay cultural identity. Both operate complementarily in sustaining spiritual awareness and cultural continuity.