Artikel ini merupakan studi tentang teks klasik dari Benjamin Constant yang berjudul The Liberty of the Ancients Compared with that of the Moderns. Argumentasi dasar dari artikel ini adalah bahwa kunci untuk memahami teks ini yang merupakan pidato Constant di Athénée Royal, Paris, adalah pemahaman yang memadai akan dua bagian teks yang disusun berdasarkan kondisi historis yang berbeda. Pemahaman ini merupakan jalan masuk untuk merunut secara sistematis garis merah argumentasi yang disulam secara halus tapi dengan misi untuk menyakinkan para pendengarnya. Saya setuju dengan pendapat Stephen Holmes bahwa untuk memahami perubahan argumentasi yang diusung Constant di bagian kedua dari teks tersebut, kita harus membacanya dalam konteks kebangkitan pengaruh politik kaum Ultra-royal di masa Restorasi Bourbon. Kesalahan Holmes adalah ketika dia tidak menyadari bahwa peran dari dinamika antara partisipasi politik dan kebebasan individual telah dipersiapkan oleh Constant dalam bukunya yang ia tulis sebelum pidato tersebut. Bagian akhir dari tulisan ini, saya memberi evaluasi kritis terhadap romatisisme politis dari Constant. Keywords: ancient and modern liberty, civic participation, civic liberty, individual freedom, and patriotism.
Copyrights © 2015