Studia Philosophica et Theologica
Vol 11 No 2 (2011)

INCULTURATION OR SYNCRETISM: NEW WINE IN NEW WINESKIN

Benedict Deni Mary (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Dec 2019

Abstract

Artikel ini bermaksud mendalami persoalan inkulturasi dan sinkretisme. Apakah inkulturasi dapat berhasil tanpa sinkretisme? Berangkat dari studi kasus Sendratari Natal yang sempat memicu perdebatan sengit di Bali, penulis berpendapat bahwa sinkretisme mengacu pada persoalan yang sama dengan inkulturasi. Apa yang kita pandang sebagai sinkretisme di masa lalu, kini kita pahami sebagai inkulturasi. Karena itu, dibutuhkan pemahaman yang lebih positif tentang sinkretisme, yakni sebagai proses pemurnian dan pertobatan yang berkesinambungan. Dalam alur pemikiran ini, sinkretrisme menjadi nama lain inkulturasi, yakni proses integratif dalam mengungkapkan Injil dalam kebudayaan tertentu.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

spet

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

STUDIA focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturationof theology in socio-political-historical atmosphere of ...