Studia Philosophica et Theologica
Vol 5 No 2 (2005)

HENRY SIDGWICK’S RECONCILIATION IN ETHICS

Agustinus Ryadi (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Dec 2019

Abstract

Dalam bidang etika, dua pemikiran yang bertentangan satu sama lain selama lebih dari seratus tahun (abad XXVII – XVIII), yaitu antara Intuisionisme dan Utilitarianisme. Henry Sidgwicklah (1838-1900) yang telah berhasil mendamaikan pertikaian dua sekolah pemikiran tersebut. Utilitarianisme mengoreksi dan menambah dimensi penting pada etika yang menekankan kemampuan manusia, yaitu aspek conscience, kesadaran (intuisionisme) dan sebaliknya. Menurutnya, kesenjangan logika di dalam utilitarianisme hanya dapat diatasi oleh intuisionisme. Tidaklah cukup untuk melihat bahwa kebahagiaan ialah tujuan akhir rasional semata bagi agen yang sadar seperti diyakini oleh utilitarianisme. Sebaliknya, intuisionisme membutuhkan utilitarianisme. Dua intuisi primer nalar, kebijaksanaan (prudence) dan kebajikan (benevolence) selalu mengarah kepada kebaikan (good). Kesimpulan Sidgwick adalah bahwa dua sekolah pemikiran ini bukan hanya hadir bersama dan saling bertentangan, tetapi saling membutuhkan baik secara logis maupun praktis.

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

spet

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

STUDIA focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturationof theology in socio-political-historical atmosphere of ...