Hidup moralitas tidaklah cukup jika hanya mengandalkan kemampuan penalaran. Alasannya: di dalam kemampuan penalaran itu kesesatan cara berpikir dapat terjadi. Kesesatan cara berpikir ini tentu saja tidak disadari oleh si subyek. Ketidaksadaran akan kesesatan cara berpikirnya menghantar si subyek itu sendiri kepada kebutaan terhadap tindakannya. St. Thomas Aquinaslah yang menekankan pentingnya keutamaan dalam hidup moralitas. Salah satu persoalan yang muncul adalah pendapat umum yang mengatakan bahwa keutamaan dapat ditemukan dalam perbuatan-perbuatan buruk, misalnya keberanian seorang penjahat untuk membunuh. Dengan demikian konsep keutamaan terbuka untuk didalami baik definisi maupun pengertiannya. P. Foot menyatakan bahwa keberaniaan yang ada di dalam tindakan-tindakan buruk bukanlah keutamaan. Sedangkan St. Thomas Aquinas menegaskan bahwa keutamaan adalah perintah yang pasti dari jiwa yang dapat diperoleh manusia melalui kebiasaan.
Copyrights © 2003