Hamba-hamba Allah yang shalih-shalih dan yang cerdas-cerdas. Mereka itu semuanya pencari kebenaran dan telah ditemukan kebenarannya itu. Allah meng-informasikan kebenarannya dalam (q.1:7,2:127,4:69). Sehingga mereka diberi (dititipi) kepekaan terhadap kebenaran atau faham atas kekekliruan penyimpangan-penyimpangan ajaran islam (al-qur’an), baik penyim-pangan dari segi praktisi (pengamal)nya dan teoritisnya, baik yang datang dari dirinya maupun dari luar dirinya. Dan dia tanggap terhadap penyimpangan dan pema-haman atas ajaran-ajaran islam (al-qur’an dan al-hadis). Karena memiliki standar kebenaran (pema-haman) ajaran islam (al-qur’an). Disebabkan mereka rajin membaca, mentadabur dan memahami serta meng-amalkan ajarandan nilai-nilai al-qur’an (islam) dalam keseharianyua. Sehingga ajaran (keyakinan)nya terhin-dar (terjaga) dari virus-virus (ad-dakhil) atau kisah-ki-sah yang menyimpang dan sesat serta yang berten-tanga; merusak keyakinan dan kepercayaan ajaran-ajaran (agamanya) al-islam. Mereka langsung mem-perbaiki terhadap prilaku-prilaku dan teori-teori doku-men ajarannya (al-Qur’an dan al-Hadis). Langsung memfilter dan mengiditnya serta menerbitkan (men-syi’arkan) keseluruh dunia muslim (islam). Sebagai pelurus dan penawar (penyembuh) dari segala virus-virus neatis ajaran (jiwa) al-Islam (al-Qur’an dan Sunah-Rasul Muhammad saw).
Copyrights © 2012