Proses pembelajaran di perguruan tinggi saat ini masih banyak menekankan pengembangan mahasiswa sebagai individu yang harus terus menerima materi dan jarang yang mengembangkan mahasiswa sebagai individu yang harus menelaah materi yang telah dipelajari dengan cara menganalisis masalah dari materi yang telah dipelajari atau diajarkan oleh dosen. Fenomena seperti ini menjauhkan mahasiswa dari semangat untuk mendalami materi lebih rinci berdasarkan masalah yang diperoleh, dan akhirnya menjadi sumber peyebab kesenjangan hasil pendidikan yaitu yang belajar dengan memahami masalah akan sukses, yang tidak mengerti cara menyelesaikan masalah akan tertinggal. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar akuntansi mahasiswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran pengajuan masalah dan mahasiswa yang dibelajarakn dengan model pembelajaran berbasis pemecahan masalah.(2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memiliki kemampuan berfikir abstrak rendah dengan mahasiswa yang memiliki kemampuan berfikir abstrak tinggi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen ( quasy experimental research method) dengan popolasi seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi FKIP UMSU semester I peserta matakuliah Pengantar Akuntansi Keuangan Dasar I atau praktikum Akuntansi Jasa yang terdiri dari 5 kelas dengan Jumlah peserta kuliah sebanyak 205 orang orang. Variabel yang diukur adalah Variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan Kemampuan Berfikir Abstrak, metode pembelajaran dibedakan atas metode pembelajaran pemecahan masalah dan metode pembelajaran pengajuan masalah, sedangkan Kemampuan Berfikir Abstrak dikelompokkan menjadi Kemampuan Berfikir Abstrak tinggi dan Kemampuan Berfikir Abstrak rendah. Variabel terikat adalah hasil belajar akuntansi .
Copyrights © 2012