Diglosia merupakan fenomena masyarakat yang menggunakan dua bahasa dalam kehidupan seharihari. Diglosia hampir mirip dengan bilingual akan tetapi diglosia berdasarkan teori Fishman memiliki tarap bahasa tinggi dan bahasa rendah. Penelitian yang dilakukan di kecamatan Lemah Abang Kabupaten Cirebon Jawa Barat merupakan penelitian deskriptif terhadap diglosia bahasaJawa dan Sunda di masyarakat pengguna bahasa Lemah Abang. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan Fenomologi. Penelitian inimenjabarkan keadaan bahasa Jawa dan Sunda yang terdapat pada masyarakat kecamatan Lemah Abang dalam kehidupan sehari-hari. Analisa diglosia yang digunakan oleh penulis menggunakan teori Ferguson, yakni Fungsi, Prestise, Pemerolehan, Standardisasi, Stabilitas, Gramatika, Leksikon, dan Fonologi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama bahasa jawa digunakan oleh masyarakat kecamatan Lembah Aban lebih banyak digunakan pada saat transaksi perdagangan dan bisnis lainya. Kedua, ada garis teritorial bahasa pada kecamatan Lembah Abang, desa lemah abang mayoritas bahasa yang digunakan adalah jawa sedangkan desa Sindang Laut dan Asem adalah bahasa Sunda. Ketiga, masyarkat yang bahasa ibunya dalah bahasa sunda hampir masyarakatnya mampu menggunakan bahasa jawa dengan aksen dan itonasi mirip dengan pengguna bahasa jawa sebagai bahasa ibu. Sedangkan masyarakat bahasa jawa ketika menggunakan bahasa sunda terkendala dengan aksen danintonasinya.
Copyrights © 2017