Komunikasi merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sebagai mahluk sosial. Namun, dalam pelaksanaannya, seseorang harus terlebih dahulu memperoleh dan mempelajari bahasa yang digunakan pada lingkungannya untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Akan tetapi, bagaimana seorang anak yang memperoleh dua bahasa sejak usia dini ketika ia berkomunikasi dengan teman sejawatnya yang hanya menggunakan satu bahasa saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi; penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2019 yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Kecamatan Tambun Selatan, Kelurahan Jatimulya. Subjek pada penelitian ini adalah Rhea Khairusifa yang berumur 5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat pemahaman dan penguasaan dalam menggunakan bahasa Indonesia bagi anak pengguna dua bahasa tidak sebaik anak yang hanya menggunakan satu bahasa saja.
Copyrights © 2019