Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030 mendatang. Jumlah usia produktif akan didominasi oleh generasi yang berusia 17 hingga 37 tahun. Keuntungan dari melimpahnya jumlah usia muda dan produktif dapat menjadi salah satu kekuatan bagi pembangunan suatu negara. Sejak tahun 2015 melalui pembentukan Bekraf, pemerintah Indonesia menggarap potensi industri kreatif dengan lebih serius. Industri ini juga diproyeksikan akan meningkatkan akses perempuan terhadap kesempatan kerja yang lebih luas. Lima orang wirausaha muda perempuan dengan bebagai jenis usaha kreatif diwawancarai melalui proses FGD (focus group discussions) untuk melihat bagaimana partisipan memaknai kerja kreatif mereka dalam industri ini dan bagaimana faktor jender (gender) berpengaruh terhadap pilihan profesi mereka. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa partisipan awalnya melihat industri ini sebagai bentuk industri yang ideal, namun dalam kenyataannya juga memiliki derajat ketidakpastian yang tinggi. Walau tidak pasti, partisipan menganggap bahwa kerja kreatif ideal bagi perempuan menikah dan ibu rumah tangga karena posisi perempuan yang tidak diharapkan sebagai pencari nafkah utama. Berbagai studi menyimpulkan bahwa perempuan masih menjadi pekerja kreatif yang kalah dalam hal representasi dan penghasilan dibandingkan laki-laki, apalagi bagi para anggota kelompok minoritas yang lain.
Copyrights © 2019