Tujuan studi: Penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara usia dengan perilaku seksual berisiko pada komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki) di wilayah kerja puskesmas temindung. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 91 responden yang dipilih menggunakan eksidental randem sampling. Pengumpulan data menggunakan angket Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan usia dengan perilaku seks berisiko pada komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki) dengan hasil P-Value = 0,136 dan hasil nilai r 0,157. Manfaat: Hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan menjadi sumber refrensi dan sebagai bahan bacaan yang dapat menambah wawasan pembaca tentang perilaku seks berisiko pada komunitas LSL (Lelaki Seks Lelaki).
Copyrights © 2020